Kasus Romahurmuziy Berlanjut, Ini 7 Calon Rektor UIN/IAIN yang Dipanggil KPK

Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy Tersangka Kasus Suap di Kemenag

Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy Tersangka Kasus Suap di Kemenag

Jakarta, PANRITA.News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mrlanjutkan pengembangan kasus dugaan suap Romahurmuziy (Rommy) di Kementerian Agama (Kemenag).

Kali ini, KPK memanggil sejumlah saksi dari pihak yang pernah maju sebagai calon rektor di beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) terkait .

Hal itu diaampaikan oleh Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

“KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah calon rektor UIN sebagai saksi hari ini. Keterangan mereka dibutuhkan dalam perkara dengan tersangka RMY (Romahurmuziy),” katanya.

Adapun nama-nama calon rektor yang dipanggil, diantaranya:

1. Prof Ali Mudlofir (PNS Kemenag/calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

2. Prof Masdar Hilmy (PNS Kemenag/Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

3. Prof Akh Muzakki (PNS Kemenag/calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

4. Dr Syarif (PNS Kemenag/Rektor IAIN Pontianak)

5. Dr Wajidi Sayadi (PNS Kemenag/calon Rektor IAIN Pontianak)

6. Dr Hermansyah (PNS Kemenag/calon rektor IAIN Pontianak)

7. Prof Warul Walidin (PNS Kemenag/Rektor UIN Ar Raniry)

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 300 juta. Suap itu diduga berasal dari Eks Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin dan eks Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

KPK menduga Rommy, yang merupakan anggota Komisi XI DPR, menerima suap dari kedua orang itu untuk membantu proses seleksi jabatan yang diikuti keduanya. Saat ini, Haris dan Muafaq sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Tinggalkan Komentar