Jakarta, PANRITA.News — Aparat gabungan memperketat penjagaan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menyusul bentrokan maut yang pecah pada Minggu (26/7/2026).
Sebanyak 200 personel TNI dan Polri disiagakan di lokasi guna mengantisipasi adanya potensi serangan balasan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, pada Senin (27/7/2026) pagi, total 200 pasukan gabungan kepolisian dan TNI masih disiagakan di sekitar Menteng hingga Jalan Matraman Raya.
“Untuk jumlah pengamanan di obyek sekitar Menteng, sesuai keterangan semalam sekitar 200 personel gabungan dari TNI, personel Polda Metro, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng,” ujar Erlyn.
Saat ini, belum ada rencana penarikan mundur pasukan pengamanan yang telah bergantian berjaga sejak pecahnya bentrokan pertama Minggu siang lalu.
Terlebih, setelah adanya ancaman serangan balik sejumlah massa dari rekan korban tewas pada bentrokan tersebut pada Minggu malam hingga Senin dini hari.
Kronologi Bentrokan Maut
Bentrokan antara sekelompok pemuda yang diduga berasal dari kelompok Ambon dengan warga setempat sebelumnya terjadi di kawasan BKB Matraman hingga Ujung Jalan Tambak, depan Gereja Imanuel, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 10.40 WIB hingga 12.00 WIB itu diawali dengan aksi pengejaran yang berujung bentrokan fisik di Ujung Jalan Tambak, tepatnya di depan Gereja Imanuel. Bentrokan berlangsung sekitar satu jam lebih sebelum akhirnya aparat kepolisian berhasil mengendalikan situasi.
Akibat kejadian tersebut, dua orang diduga asal Ambon dilaporkan meninggal dunia, satu orang lainnya mengalami luka berat, serta empat unit sepeda motor hangus terbakar.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif dan berada di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti bentrokan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
Sebagai langkah penanganan, sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat turut hadir di lokasi kejadian.
Di antaranya Lurah Pegangsaan, Sekretaris Kelurahan Pegangsaan, Kasi Pemerintahan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan dan Kelurahan, Ketua RW 04 bersama para Ketua RT, personel PPSU Pegangsaan.
Tak ketinggalan Satpol PP, Karang Taruna, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta petugas AGD.

Comment