Ketua KPU: Pilkada 9 Desember 2020 Belum Final

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman.

Jakarta, PANRITA.News –Rencana pelaksanaan Pilkada Serentak yang diundur dari tanggal 23 September ke 9 Desember 2020 belum menjadi keputusan final.

Penetapan tanggal tersebut masih sebatas hasil kesimpulan rapat antara pemerintah, Komisi II DPR dan KPU pada tanggal 13 April lalu.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Menurut Arief, soal keputusan tersebut, masih menunggu revisi UU atau penerbitan Perppu

“Itu hasil rapat. Keputusannya, ya menunggu revisi UU atau penerbitan Perppu,” kata Arief dalam diskusi bertema “Pilkada 9 Desember, Mungkinkah?” di Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Lebih lanjut, Arief menjelaskan dalam menyikapi penyebaran wabah virus corona atau Covid 19, KPU memang telah membuat tiga opsi terkait Pilkada.

Pertama, pilkada digelar 9 Desember 2020. Kedua, pilkada digelar 17 Maret 2021. Ketiga, pilkada digelar 23 September 2021.

Dia menegaskan opsi pertama ditetapkan dengan mengacu pada pengumuman Gugus Tugas Penanganan Covid 19 yang menetapkan masa tanggap darurat sampai 29 Mei 2020.

Dengan dasar itu, KPU menganggap virus Covid 19 sudah bersih pada akhir Mei nanti. Maka mulai tanggal 1 Juni, KPU bisa melanjutkan empat tahapan yang telah ditunda karena penyebaran Covid 19.

Jika akhir Mei tidak bersih, lanjut Arief, maka opsi pertama tidak dipilih. Selanjutnya dipilih opsi kedua yaitu 17 Maret 2021. Opsi kedua ini diambil jika Covid baru bersih pada bulan Agustus. Jika setelah Agustus juga belum bersih maka diambil opsi ketiga yaitu 23 September 2021.

Tinggalkan Komentar