Dialog Budaya YBBM, Narasumber Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya Gowa

Dialog Budaya "Menangkap Pesan Leluhur Gowa".

Dialog Budaya "Menangkap Pesan Leluhur Gowa".

Gowa, PANRITA.News – Dialog Budaya bertajuk “Menangkap Pesan Leluhur Gowa” sukses berlangsung khidmat di Gedung De’Bollo, Jl. Tamarunung, Sungguminasa, Gowa, Sabtu (28/9/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Budaya Bugis Makassar (YBBM). YBBM sendiri merupakan lembaga pengkajian yang bergerak di bidang sosial budaya (social cultural).

Dialog ini dihadiri narasumber budayawan Drs. H. Mallingkai Maknun, Seskab Gowa H. Muchlis, serta pemerhati budaya Ahmad Pidriz Zain yang juga pelopor dari kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Budayawan H. Mallingkai Maknun memaparkan kejayaan warisan budaya kabupaten gowa di masa lampau yang penuh dengan kompleksitas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Gowa, H. Muchlis mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga warisan budaya yang dimilikinya. Salah satunya huruf lontara yang menjadi kebanggaan masyarakat Gowa dan Bugis-Makassar.

Dialog Budaya “Menangkap Pesan Leluhur Gowa”.

“Makna yang tergambar pada huruf lontara ini merupakan perwujudan dari karakter orang Gowa ataupun Bugis-Makassar yakni mencintai kejujuran, serta menjunjung tinggi kebenaran sesuai semboyan garis lurus tersebut yang berarti lebih baik patah dari pada bengkok,” kata Muchlis.

Selain itu, Ahmad Pidriz Zain mengungkapkan bahwa gerakan untuk mengembalikan kejayaan budaya gowa, harus dilakukan secara massif. Apa yang menjadi pesan-pesan leluhur gowa, harus ditata kembali dan aktualisasikan secara massif.

“Politik akan membuat kita terpecah, tapi adat dan budaya akan membuat kita bersatu. Gowa, kita bangun secara bersama-sama!,” tegas Pidris.

Pada dialog ini turut hadir sejumlah budayawan, seniman, tokoh agama, tokoh kesenian, praktis kebudayaan, akademisi, pemerhati budaya, hingga kalangan pemerintahan. 

Tinggalkan Komentar