Staf yang Alami Kekerasan Ketua DPRD Bone Ogah Berdamai

PPPK paruh waktu bernama Yuli yang dianiaya Ketua DPRD Bone melapor. (Dok.ist)

PPPK paruh waktu bernama Yuli yang dianiaya Ketua DPRD Bone melapor. (Dok.ist)

pemkot-makassar

Bone, PANRITA.News — Dugaan aksi kekerasan menimpa seorang staf perempuan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone berbuntut panjang.

Staf yang bernama Yuli Nofita Sari (29) menolak berdamai dengan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong usai diduga dianiaya perkara kue untuk tamu.

Yuli yang berstatus PPPK Paruh Waktu juga akan melaporkan Andi Tenri ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone.

Laporan dugaan penganiayaan ini tengah diatensi serius oleh pihak kepolisian setempat. Aparat penegak hukum bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti penguat.

“Ada mi beberapa yang mediasi, tapi saya tidak mau damai. Saya mau melapor ke BK soal kode etiknya, baru sementara disusun kuasa hukumku,” ujar Yuli pada Kamis (23/7/2026).

Yuli mengaku heran dengan perlakuan kasar Andi Tenri. Dia menilai perbuatan ketua DPRD Bone terhadap dirinya sudah melewati batas.

Korban sebelumnya dilaporkan menjadi sasaran amarah Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, hingga wajahnya dilumuri kue dan disiram air di kantin kantor DPRD, Rabu (22/7/2026).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 WITA tersebut dipicu oleh kesalahpahaman terkait penyediaan hidangan kue untuk tamu. Tidak terima atas perlakuan kasar yang dialaminya, YNS langsung melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.

BACA JUGA:  Duduk Perkara Ketua DPRD Bone Aniaya Staf Masalah Kue

Duduk Perkara Staf dan Ketua DPRD

Peristiwa bermula saat YNS diminta membeli kue untuk menyambut tamu dinas di Kantor DPRD Bone. Setelah salah satu rombongan tamu pulang, YNS kembali diminta menyiapkan hidangan karena ada tamu lain yang akan tiba.

Ia kemudian berinisiatif mengecek ketersediaan makanan di ruang penerima tamu (lounge). Di tempat itu, YNS bertanya kepada petugas jaga mengenai sisa kue yang ada.

“Saya bertanya, mana lagi kuenya. Saya hanya memastikan karena itu memang disediakan untuk tamu. Kalau tamu datang tidak ada kue, nanti saya juga yang dimarahi,” ujar YNS.

Namun, pertanyaan tersebut diduga disalahartikan oleh seseorang di lokasi. Oknum tersebut melaporkan kepada Ketua DPRD Bone bahwa YNS melarang orang lain memakan kue tamu. Tidak lama setelah kembali ke ruang kerjanya, YNS mendapat telepon yang memintanya segera menghadap Ketua DPRD di kantin.

Nahas, sesampainya di kantin DPRD, YNS langsung mendapat perlakuan kasar tanpa diberikan kesempatan untuk meluruskan duduk perkara.

“Baru saya duduk sebentar, saya belum sempat bicara satu kata pun, kue langsung dihamburkan ke muka saya,” ungkap YNS.

BACA JUGA:  Viral Ketua DPRD Bone Aniaya Staf, Wajah Dilumuri Kue hingga Disiram Air

Ketegangan tidak berhenti di situ. YNS membeberkan bahwa kepalanya kemudian disiram menggunakan air mineral kemasan, lalu botol kosongnya dilemparkan ke arahnya. Pelaku juga sempat melempar botol sambal yang berada di meja kantin.

“Setelah habis airnya, botolnya langsung dilempar ke arah saya. Saya sudah agak jauh, jadi botolnya (sambal) jatuh di bawah. Tapi menurut saya, tidak pantas diperlakukan seperti itu sebelum saya diberi tahu apa kesalahan saya,” keluhnya.

YNS menyayangkan sikap orang-orang di sekitar lokasi kejadian. Menurut penuturannya, suasana kantin saat itu cukup ramai, namun tidak ada satu pun saksi yang bergerak untuk melerai atau menghentikan aksi tersebut.

“Banyak orang di kantin, tapi tidak ada yang hentikan. Mereka hanya melihat saja,” cetus YNS sembari menangis mengingat kejadian tersebut.

Usai membersihkan sisa makanan di wajahnya dengan tisu, YNS menegaskan bahwa dirinya siap ditegur secara profesional jika memang melakukan kesalahan, bukan dengan cara-cara kekerasan.

“Kalau memang saya salah, ajak saya bicara baik-baik. Jelaskan apa kesalahan saya. Jangan langsung diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

Comment