Kerusuhan Wamena Papua, Negara Dinilai Gagal Lindungi Rakyatnya

Massa membakar bangunan di Wamena, Papua. (Foto: Facebook)

Massa membakar bangunan di Wamena, Papua. (Foto: Facebook)

Jakarta, PANRITA.News – Ketua Dewan Pertimbangan MUI, M. Din Syamsuddin menyampaikan keprihatiannya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di Kota Wamena, Papua akibat kerusuhan beberapa waktu lalu.

“Kita semua yang memiliki hati nurani sangat sedih mengetahui terjadinya kekerasan di Wamena menimbulkan puluhan korban tewas mengenaskan dan ratusan mengalami luka berat dan ringan,” ujarnya dikutip dari Pwmu.com, Sabtu (28/9/19).

Menurut mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, kejadian tersebut tidak terlepas dari peristiwa di Papua sejak beberapa waktu lalu berupa aksi unjuk rasa di Sorong, Manokwari, Jayapura, dan tempat-tempat lain seperti di Ibu Kota Jakarta yang memprotes ketidakadilan dan bahkan menuntut kemerdekaan.

“Seyogyanya gerakan protes itu sudah bisa diatasi dan diantisipasi, dan terutama faktor pemicunya di Surabaya berupa penghinaan terhadap orang Papua sudah harus cepat ditindak tegas. Tapi, kita menyesalkan respon aparat keamanan dan penegakan hukum sangat lamban dan tidak adil,” kata Din.

Kalau hal demikian berlanjut, sambungnya, maka akan dapat disimpulkan bahwa negara tidak hadir membela rakyatnya.

“Negara gagal menjalankan amanat konstitusi yakni melindungi rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia,” lanjutnya.

Di berbagai tempat lain aparat terkesan dan patut diduga berperilaku tidak adil dalam menghadapi aksi yang sebenarnya absah dalam demokrasi.

Menurut dia, pemerintah terjebak ke dalam sikap otoriter dan represif yang hanya akan mengundang perlawanan rakyat yang tidak semestinya.

Oleh karena itu Din berpesan kepada semua pihak, agar segera menanggulangi keadaan dengan penuh kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab.

“Hindari perasaan benar sendiri bahwa negara boleh dan bisa berbuat apa saja, baik ‘membunuh rakyatnya’ atau membiarkan rakyatnya dibunuh oleh sesama dan negara tidak bisa berbuat apa-apa,” pesan Din.

Sebelumnya terjadi kerusuhan di Kota Wamena, Senin (23/9/19), massa membakar 5 perkantoran, 80 mobil, 30 motor dan 150 ruko.

Hingga Selasa (24/9/19) malam, total 28 jenazah telah ditemukan dan 70 orang luka-luka. Selain itu, sekitar 5.000 warga mengungsi di 4 titik pengungsian.

Tinggalkan Komentar