Gowa, PANRITA.News – Kasus Phinisi Hills yang kurang lebih 3 bulan terus bergulir dan belum selesai sampai sekarang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, baru-baru ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan kembali memanggil 3 Kepala Desa di Kecamatan Parangloe yakni Kepala Desa Belabori, Kepala Desa Borisallo, dan Kepala Desa Belapunranga.
Diketahui sebelumnya, beberapa Dinas terkait di Kabupaten Gowa juga sudah dipanggil oleh penyidik dari Kajati Sulsel terkait kasus Phinisi Hill yang terus bergulir di Kajati Sulsel.
“Pemanggilan tiga kepala desa tersebut dalam hal klarifikasi terkait dugaan tindak pidana lingkungan hidup berupa pemanfaatan kawasan hutan lindung dan lahan transmigrasi yang terletak di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa sebagai area komersil tanah kavling oleh PT Phinisi Hills” bunyi surat pemanggilan tertanggal 2 Desember yang di tandatangani atas nama Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Lukman Harun Biya.
“Betul masih proses penyelidikan” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, Kamis (08/11/2022).
Dikonfirmasi terpisah, Tiga dari Kepala Desa yang dipanggil tersebut hanya dua yang memenuhi panggilan yakni Kepala Desa Belabori dan Kepala Desa Belapunranga. Sedangkan Kepala Desa Borisallo tidak hadir dengan alasan sakit.
“Saya tidak datang karena lagi sakit” ucap Kepala Desa Borisallo saat dikonfirmasi, Rabu (07/11/2022).
Sedangkan saat ditanya terkait dengan perihal pemanggilan, menurut dua kepala desa tersebut yakni memberikan klarifikasi terkait dengan kasus yang menyeret Phinisi Hills.
“Pemanggilan itu, yang tanah kapling phinisi hills” ungkap Kepala Desa Belabori.
Tapi menurutnya ia sama sekali tidak tahu menahu persoalan yang menjerat Phinisi Hills. Menurutnya tanah kavling tersebut samasekali tidak masuk ke desanya.
“Tidak ada di desaku, cuma di Desa Borisallo itu” jelasnya.
Sama halnya dengan jawaban yang diberikan oleh Kepala Desa Belapunranga yang menyebut dirinya tak tahu apa-apa.
“Tidak ada kutau saya, biar pemiliknya Phinisi Hills itu juga saya tidak kenal” ungkapnya.

Comment