Alumni HMI Support Nurhasan Maju di Pilkada Maros 2020

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok Thailand, Prof Dr Mustari Mustafa

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok Thailand yang juga Alumni HMI UIN Alauddin, Prof Dr Mustari Mustafa. (Ist)

Makassar, PANRITA.News – Nurhasan, salah satu bakal Calon Bupati Kabupaten Maros semakin menunjukkan keseriusannya kembali maju di Pilkada 2020 mendatang.

Cacan sapaan akrabnya, selain termasuk kandidat paling aktif mengincar dukungan partai politik, Ia juga intens menemui tokoh nasional dan tokoh masyarakat untuk meminta restu (mappatabe’) dan dukungan untuk memaafkan dirinya di Maros.

Alhasil, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini mendapat support salah satunya dari kalangan alumni HMI sendiri.

Di antaranya sesepuh Partai Golkar, Akbar Tandjung turut memberikan support dan masukannya saat menerima kunjungan silaturahim Nurhasan di kediaman pribadinya di Jakarta pada Jumat (12/10/2019) malam.

Nurhasan saat bersilaturahim dengan Akbar Tandjung. (Ist)
Nurhasan saat bersilaturahim dengan Akbar Tandjung. (Ist)

Akbar Tandjung banyak memberikan petuah untuk Nurhasan sekaligus berbagi pengalaman dalam mewakafkan diri untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya menemui beliau, tentu kapasitasnya sebagai salah satu guru bangsa, dan kakak kami di HMI. Sebagai adik, sangat penting mendengarkan masukan dan nasehatnya. Alhamdulilah beliau juga memberikan apresiasinya,” turut Cacan, mantan pentolan PB HMI ini.

Selain itu, Nurhasan yang memang di Kalangan alumni HMI dikenal dengan sosok aktivis yang tidak diragukan pengalamannya.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok Thailand, Prof Dr Mustari Mustafa mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Nurhasan dengan baik, sosok aktivis yang transformatif dan cukup berpengalaman di dunia intelektual, bisnis, politisi dan organisatoris.

“Perbincangan langsung dan tidak langsungnya dengan saya sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok mengesankan visinya tentang pendidikan dan kebudayaan sangat kuat dan mendalam. Maka sangat layak untuk diberi kepercayaan oleh masyarakat Maros untuk memimpin dan membimbing mereka bersama pengetahuan dan pengalamannya itu,” ujar Mustari.

Sementara itu, Muh. Isra DS, alumni HMI IAIN/UIN Alauddin yang memiliki keluarga besar dan jejaring di Maros menuturkan bahwa sosok Nurhasan adalah aktivis multi talenta yang tidak pernah mengenal kata menyerah, baginya orang yang belum menang itu bukan orang yang kalah, saat menyerah itulah orang yang kalah.

“Jadi sosok PETARUNG sangat pantas disandang oleh Nurhasan,” kata Isra yang juga Alumni SMP 1 Maros ini.

Olehnya itu, Isra menilai bahwa Nurhasan perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya alumni HMI.

“Keinginannya untuk kembali majiu bertarung dalam Pilkada Maros adalah sebuah ikhtiar suci yang perlu dukungan dan support semua pihak terkhusus Alumni HMI,” tutup Isra yang juga berprofesi sebagai jurnalis dan LSM Ketua Forum Sehati Mitra (FOSMI) Nusantara.

Hingga saat ini, Cacan sudah mendaftar di lima partai politik. Masing-masing, PDIP, Golkar, Gerindra, PKB dan PKS. Di semua partai itu, ia mendapat sambutan hangat dari pengurus dan tim penjaringan parpol. Bahkan, diberi kesempatan menyampaikan visi-misinya.

Cacan adalah kontestan di Pilkada Maros 2010. Kala itu, perolehan suaranya terpaut tipis dari kandidat terpilih, yakni Hatta Rahman-Andi Harmil Mattotorang. Selisihnya kurang lebih 8.000 suara. Khusus di Pilkada 2015, ia batal maju karena jelang penutupan pendaftaran di KPU, koalisi dukungan parpol tak memenuhi syarat.

Khusus jelang Pilkada 2020, nama Nurhasan selalu diperhitungkan dibeberapa hasil survei yang dirilis. Padahal pergerakan atau sosialisasinya ke masyarakat belum dimassifkan. Termasuk belum menyebar atribut peraga secara resmi.

Tinggalkan Komentar