Presiden China Pecat Pejabat Elite, Terjerat Megakorupsi dan Skandal Seks

Ma Xingrui. (REUTERS)

Ma Xingrui. (REUTERS)

Jakarta, PANRITA.News — Presiden China Xi Jinping kembali menggencarkan perang melawan korupsi di lingkaran elite Partai Komunis China.

Kali ini, mantan anggota Politbiro sekaligus pejabat senior, Ma Xingrui, resmi dipecat dari partai setelah dinyatakan terlibat dalam berbagai praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan.

Laporan kantor berita Associated Press pada Rabu (15/7/2026) menyebutkan bahwa dengan dipecatnya Ma, kini sudah tiga anggota Politbiro yang diberhentikan dari jabatannya karena dugaan korupsi.

Pemecatan Ma menjadikannya sebagai anggota aktif ketiga dari badan pengambil keputusan tertinggi Partai Komunis yang tersingkir sejak 2025.

Langkah tegas ini memperlihatkan semakin intensifnya kampanye antikorupsi yang dijalankan Xi Jinping terhadap pejabat tinggi partai, pemerintahan, maupun militer.

Ma sebelumnya juga menjabat sebagai wakil kepala kelompok pimpinan pusat urusan pedesaan. Pada April lalu, ia mulai diselidiki atas dugaan melakukan “pelanggaran serius terhadap hukum dan disiplin”.

BACA JUGA:  Jampidsus Febrie Mundur, Dewan Bentuk Timwas Kawal Penanganan Kasus Hingga Tuntas

Istilah tersebut merupakan kode lazim yang digunakan Partai Komunis China untuk merujuk pada kasus korupsi.

Mengutip laporan kantor berita resmi Xinhua, hasil penyelidikan menemukan bahwa Ma menyalahgunakan kewenangannya dalam proses seleksi dan pengangkatan pejabat dengan memberikan keuntungan kepada pihak tertentu.

Selain itu, ia juga disebut secara tidak semestinya mengatur penempatan pekerjaan bagi sejumlah orang.

Tak hanya penyalahgunaan jabatan, Ma dituduh menerima hadiah secara ilegal, membantu anggota keluarganya membeli properti dengan harga di bawah nilai pasar, serta terlibat dalam praktik pertukaran kekuasaan, uang, dan hubungan seksual demi memperoleh keuntungan pribadi.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa Ma membiarkan anggota keluarganya memanfaatkan pengaruh jabatan yang dimilikinya untuk meraup keuntungan dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Kasus Korupsi Jampidsus Febrie Bikin Geram! PDI-P dan PAN Desak Hukuman Mati

Otoritas China menyebut praktik tersebut sebagai bentuk “korupsi keluarga” dalam skala besar. Ma juga diduga menerima uang dan aset dalam jumlah sangat besar secara ilegal, meski pihak Xinhua tidak mengungkapkan nilai pasti dari uang maupun aset yang diterima tersebut.

Kasus Ma menjadi eskalasi terbaru dalam kampanye antikorupsi yang telah dijalankan Xi Jinping selama bertahun-tahun sejak memimpin China.

Operasi pemberantasan korupsi skala besar ini telah menyeret banyak pejabat senior dari lintas sektor.

Sebelumnya pada Januari lalu, pemerintah China juga membuka penyelidikan dugaan korupsi terhadap Zhang Youxia, jenderal paling senior di militer China.

Sementara itu, He Weidong, mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat China, telah lebih dahulu didepak dari Partai Komunis pada Oktober tahun lalu akibat tersandung kasus serupa.

Comment