Doa Perempuan untuk Perempuan Bulukumba

Andi Syahidah Takdir

Andi Syahidah Takdir

Perempuan Bulukumba membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menempatkan haknya, hak untuk berlari dan mendaki di bukit harapan.

Hak berlari, Hak untuk mendaki, berlayar dalam samudra peradaban pengetahuan. Hak itu, mengingatkan saya dan banyak lagi perempuan lainnya, dalam perayaan yang hari ini, tepatnya kurang lebih dari 4 tahun yang lalu, di Kabupaten Bukumba hampir sebagian besar perempuan Bulukumba dalam sangat fatimah, memenangkan hak untuk memilih.

Perjalanan yang membawa saya dan semuanya menikmarti sebuah Lekuk lakon Wanita Bulukumba (Ia Peduli, Ia berempati tinggi, Ia berpenampilan sederhana, Ia yang berlaku sahabat, dan yang utama Ia yang berakal dan ber ilmu) Saar ini, Catatan dari 4 tahun yang telah terbuka talanjang dalam totontan panjang dan terbaca itu, membawa diriku dalam sebuah pendapat sempit. Bahwa yang semua wanita Inginkan hari ini.

Tidak hanya di daerah pesisir bulukumba yang indah, tetapi di seluruh wilayah semesta tidak lagi (Baca: Perempuan berprilaku dan berbudi Budaya) menjadi renungan. Maaf, saya tidak ingin mengingatkan, bagaimana berat dan sulitnya beban dan cara untuk menjadi perempuan yang kumaksudkan. Karena itu saat ini, perjuangan tahun-tahun dalam ekspresi seperti yang kita memenagkan itu, saya melihatnya, tahun depan dan tahun tahun setelahnya Perempuan Bulukumba dengan enggan memberikan kegembiraan pesta hak dengan semangat akomodasi perlawanan yang kecil.

Karena Kami, yang menginginkan kesejatian gender yang berpakaian ilmu pengetahian, berbudi kesetaraan, dan berfikir sederhana. Saya fikir Itu sudah cukup menjanjikan buah perjuangan Perempuan perempuan yang sudah kita menangkan itu.

Bukankah perempuan Bulukumba saat ini telah bisa berlari, berlari bersama indonesia di jalur “Bira Run”, Lihatlah perempuuan Bulukumba saat ini yang begitu ramah membaur tanpa sekat sosial, identitas, bahasa, Perempun Bulukumba yang pada banyak panggung di luar Bulukumba begitu kharismatik kerena dandanan sederhana seadanya,
Perempuan Bulukumba yang selalu gagal menyesuaikan diri dengan institusi glamour.

Seorang wanita yang keteladanan lakunya saya percaya bahwa Perempuan bulukumba yang padahnya terpancar wajah We Cuddai (Perempuan rupawan yang mitosnya karam di wilayah pesisir Bulukumba), Perempuan Bulukumba yang totalitas cintanya mewarisi legenda samindara (Yang memilih kematian sebagai tujuan cintanya). Perempuan Bulukumba yang kearifan akal fikirannya mewarisi tutur kuno tanah panrita ini.

Inilah warna kami sebagai wanita Bulukumba yang lebih memilih membentuk kembali masa depan dengan persyaratan kami sendiri. Aku percaya, aku percaya, aku percaya. Dan kita menyaksikanya.

Saya percaya yang kita butuhkan adalah Pesona penegasan, yang kita perlukan adalah semangat membumikan karakter perempuan Bulukumba dalam dunia yang serba kompetitif ini, yang kita suarakan adalah perempuan Bulukumba yang menyatu dalam lompatan berfikir lintas kelas, lintas orientasi impian dan ya, lintas pelabelan simbolitas politik. Karena saya percaya pada apa yang mengikat kita secara bersama sebagai perempuan Bulukumba. Kedalaman cinta pada Tuhan, Lingkungan dan Manusia. Karena itu, Imagine Romantis perempuan dalam penegasan defenisi sebagai wanita bulukumba dan itulah yang ingin saya bicarakan hari ini.

Berita baiknya adalah bahwa satu episode perjalan, tidak ada hal yang berubah pada kita perempuan Bulukumba, Kita adalah samangat, kita perempuan Bulukumba adalah “ketahanan wanita”, dan kita perempuan Bulukumba dalam komitmen untuk membangun kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang tidak hanya ada untuk diri kita sendiri, tetapi untuk generasi perempuan Bulukumba masa mendatang. Saya percaya, hari hari setelah ini, Perempuan Bulukumba akan selalu hadir, sebagai barisan utama penerjemah masa depan kita. Saya yakin Itu, sebab, saya tidak dapat pernah memikirkan kalau ada seorang wanita yang menginginkan putri dan generasinya kurang memiliki hak atau tidak peluang lebih dari pada yang dia miliki saat ini.

Kita begitu mengtahui bahwa segala hal yang melekat, yang kita rasai dan nikmati saat ini, tidak satupun, permpuan Bulukumba yang tidak berdiri di pundak para wanita yang datang sebelum kita. Artinya masa depan Perempua. bulukumba 2030 adalah kewajiban kita, inilah alasan saya hadir di hari kelahiranmu. Sebab, saya sendiri berasal dari barisan panjang wanita kamase masea lambusu na tojeng ri se’re adahang. Dan, kehadiranku saat ini, adalah pesan untukmu dan semua peremluan berkebudayaan Bulukumba.

Hari ini, Sebagai Ketua PKK Bulukumba, hari kelahiranmu adalah momentum terbaik dalam merayakan isyarat makna yang terbaca itu, isyarat yang mensyaratkan kami untuk memlih pundakmu, sebagai penenerus yang akan ditakdirkan untuk memikul kemilau cinta panrita dalam pembangunan perempuan bulukumba.

Maafkan Ayunda, saat ini, kehadiranmu adalah harapan, kami menemukan dirimu ada bersama kami perempuan – perempuan Bulukumba. Perempuan dalam keberadaaanya selalu membawa seyum harapan. Saya berdoa, semoga hari ini, besok dan selamanya kita adalah hipotetis pembangunan masa indah Bulukumba masa depan, amin..Di hari Kelahiranmh, semoga Allah pemilik arsy, mengijabah doa doa perempuam Bulukumba.

“Barakallah fi umurik Kalolo Baine na panrita Bulukumba. Kakak SItti Isnia Yuliqnto, teruslah dalam kesejatian wanita Bulukumba. Sehat dan panritaki selalu. Aminnn.”

Terakhir, Kakakanda adalah paragraf – paragraf sajak Bulukumba, yang membuat kemapuan manusia bulukumba membayangkan bagaimna Bulukumba bersyair dari masa depan , bersukacita dimasa bekerja. Ber Shalawat di Masa Bahagia. Masa itu adalah masa dimana Allah Mengijabah setiaf lafash doa warga Buukumba yang Sederhana, aberfikir maju dan Berakal panrita.

Sehatki selalu!

Penulis: Andi Syahidah Takdir
Owner Jilbab SyahidahSyamsul

Tinggalkan Komentar