Bikin Donald Trump Naik Pitam, Ini Profil Singkat Wali Kota London

Wali Kota London, Shadiq Aman Khan

Wali Kota London, Shadiq Aman Khan

Makassar, PANRITA.News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik keras Wali Kota London Sadiq Khan. Trump bahkan menyerukan agar Khan segera diganti dari jabatan Wali Kota.

Serangan Trump itu dituliskan lewat akun Twitter resminya, @realDonaldTrump, pada Sabtu (15/6/2019) kemarin.

“London butuh seorang wali kota baru sesegera mungkin. Khan adalah sebuah bencana – hanya akan menjadi lebih buruk!” cuit Trump.

Dilansir AFP, Minggu (16/6/2019), serangan ini dia lancarkah sehari setelah dia menyebut Khan sebagai “pecundang sejati” atau “stone cold loser” dalam Bahasa Inggris.

Cuitan Trump tersebut sebagai respon atas tindakan kriminal di London, dimana tiga pria terbunuh dalam kurun waktu 24 jam. Komentar tentang tindakan kriminal itu dicuitkan oleh kolumnis sayap kanan bernama Katie Hopkins yang dituding terkait Islamofobia. Hopkins pernah menyebut imigran sebagai “kecoa” pada 2015.

Profil Sadiq Aman Khan

Sadiq Aman Khan lahir di London pada 8 Oktober 1970 dan menjabat sebagai anggota parlemen untuk wilayah Tooting semenjak ia terpilih dalam pemilihan umum Britania Raya 2005. Ia adalah anggota Partai Buruh yang secara ideologis merupakan seorang demokrat sosial yang moderat.

Khan memperoleh gelar sarjana hukum di Universitas London Utara. Ia kemudian berprofesi sebagai seorang solicitor yang berspesialisasi dalam bidang hak asasi manusia. Khan pernah menjabat sebagai kanselir di London Borough of Wandsworth dari tahun 1994 hingga 2006.

Pada tahun 2008, ia diangkat sebagai Menteri Negara untuk Komunitas oleh Perdana Menteri Gordon Brown dan menjadi orang Pakistan Britania kedua yang menjabat di pemerintahan.

Khan kemudian menjadi Menteri Negara untuk Transportasi. Ia bergabung dengan kabinet bayangan Ed Miliband sebagai Secretary of State for Justice bayangan dan Lord Chancellor bayangan pada tahun 2010.

Pada 16 Januari 2013, ia juga diangkat sebagai Menteri untuk London bayangan. Namun pada 11 Mei 2015, ia mengundurkan diri dari kabinet bayangan ini untuk menjadi calon wali kota Partai Buruh.

Pada 11 September 2015, Khan diusung sebagai calon wali kota London oleh Partai Buruh. Ia kemudian terpilih sebagai Wali Kota London pada 7 Mei 2016.

Pandangan Politik

Komentator politik Nick Cohen mendeskripsikan Khan sebagai seorang demokrat sosial kiri-tengah, sementara jurnalis Amol Rajan menjulukinya “pemegang obor untuk faksi demokrat sosial” di Partai Buruh. BBC mengamati bahwa Khan merupakan bagian dari kaum “kiri lembut” (soft left) di partai tersebut.

Khan mengakui bahwa ia menerima ancaman pembunuhan karena telah mendukung rancangan undang-undang pernikahan sesama jenis yang pada akhirnya disahkan pada Juli 2013. Seorang imam mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa ia bukan lagi seorang Muslim, sehingga Khan harus dilindungi oleh polisi.

Leave a Reply