Sandiaga Uno: Jangan Hanya Kerja, Kerja dan Kerja

Jakarta, PANRITA.News – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno kampanye ke Tarakan, Kalimantan Utara. Pada kesempatan ini, Sandiaga bertemu dengan pengusaha milenials serta menemui para penjual udang dan kepiting.

Saat mengunjungi para pengusaha muda, Sandi, meminta para milenials dan para pengusaha muda untuk terus berinovasi dan jangan cuma kerja..kerja.. kerja..

“Kaltara dan Tarakan punya potensi ekonomi yang luar biasa. Dari perkebunan, pertambangan dan hasil bumi. Negara ini kaya. Harus dikelola dengan baik untuk kepentingan anak bangsa sendiri, bukan di nikmati oleh orang asing,” terang Sandi di Warung Kopi Indra (Aseng), Kota Tarakan, Kaltara, Jumat (4/1/2019).

“Jangan hanya kerja, kerja dan kerja, tapi lupa esensi untuk membangun ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sandi menjelaskan, adalah wilayah perbatasan Indonesia yang dekat dengan negara tetangga. Jangan sampai, tiadanya kesejahteraan membuat para pekerja Indonesia mengadu nasib di negara orang, sementara orang asing menikmati dan mengeksplorasi hasil bumi Kalimantan Utara ini. 

“Pemerintah harus hadir. Fokus Prabowo Sandi adalah ekonomi yang fokus pada penyediaan dan penciptaan lapangan kerja serta harga-harga kebutuhan pokok stabil serta terjangkau,. Dan milenials harus fokus pada penciptaan lapangan kerja bukan mencari kerja. Maksimalkan kekayaan yang kalian punya di sini. 2019 Kaltara harus lebih maju lagi,” ucapnya. 

Setelah bertemu pengusaha, Sandiaga bertemu ke penjual udang dan kepiting. Di sana Sandi mendengar curhat para pedagang. Pelaku budidaya kepiting Munir, mengaku ada beberapa kebijakan yang membuat pengusaha tidak bisa ekspor besar-besaran.

“Jadi pasar kepiting ini pasar terbesarnya saat imlek. Antara 5 Desember hingga 15 Januari. Pembatasan ekspor untuk kepiting betina yang sedang bertelur. Itu memang kalau tangkapan alam Pak memang nggak papa. Tapi ini kan budidaya. Malah kalau dibiarkan, kepiting ini bisa menjadi hama, merusak tambak ikan dan udang. Harga pun turun dari 200 ribu rupiah perkilo menjadi hanya 40 ribu perkilo,” ucap Munir. 

Menurut calon wakil presiden nomor urut 02 ini semua yang disampaikan para pengusaha tambak dan nelayan akan diserap dan dikaji. Namun Sandi memastikan, jika 2019 dipercaya melayani masyarakat Indonesia, pemerintah pasti akan hadir membantu para pengusaha dan nelayan.

Leave a Reply