Dunia Soroti Teheran: Tokoh Lintas Negara Hadiri Penghormatan Terakhir Ali Khamenei

Prosesi pemakaman Ali Khamenei. (REUTERS)

Prosesi pemakaman Ali Khamenei. (REUTERS)

Jakarta, PANRITA.News — Gelombang duka menyelimuti Iran saat ribuan pelayat memadati Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran untuk mengantarkan kepergian mantan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat.

Rangkaian upacara pemakaman yang berlangsung selama enam hari ini resmi dimulai sejak akhir pekan, menandai penghormatan terakhir bagi sosok yang telah memimpin Republik Islam tersebut selama hampir empat dekade.

Khamenei gugur dalam usia 86 tahun bersama keluarganya setelah serangan rudal udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam kediaman sekaligus kantornya pada 28 Februari lalu.

Suasana khidmat menyertai jalannya upacara yang dibuka dengan lagu kebangsaan dan pembacaan Al-Quran. Di tengah ribuan pelayat yang hadir, tampak peti jenazah Khamenei ditempatkan di dalam kotak kaca transparan.

Upacara ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat umum, tetapi juga menjadi magnet bagi para pemimpin dunia.

Pejabat tinggi seperti Dmitry Medvedev dari Rusia, Cevdet Yilmaz dari Turki, Presiden Irak Nizar Amidi, hingga PM Pakistan Shehbaz Sharif hadir langsung di Teheran guna memberikan penghormatan kenegaraan.

Prosesi perpisahan massal di ibu kota dijadwalkan terus berlangsung hingga Senin (6/7), sebelum jenazah dipindahkan ke kota suci Qom pada Selasa (7/7).

Seremoni ini juga akan melintasi perbatasan menuju beberapa kota penting di Irak seperti Baghdad, Najaf, dan Karbala pada hari Rabu.

Perjalanan panjang ini akan berakhir pada Kamis (9/7) dengan prosesi pemakaman utama di Makam Imam Ali Reza di Kota Mashhad.

Tingginya antusiasme warga yang ingin melepas kepergian Khamenei membuat maskapai penerbangan nasional Iran harus membuka rute penerbangan ekstra khusus dari Teheran menuju Mashhad.

Meskipun wafat pada akhir Februari 2026, jenazah Ali Khamenei baru mulai diproses untuk dimakamkan secara publik empat bulan kemudian, yaitu pada awal Juli 2026.

Penundaan yang tidak biasa dalam tradisi Islam ini terjadi karena situasi perang aktif dan konflik bersenjata yang berkecamuk di wilayah tersebut, sehingga pemerintah memprioritaskan stabilitas keamanan nasional terlebih dahulu. Rangkaian upacara penghormatan massal baru dimulai pada 3–4 Juli 2026 dan puncaknya dijadwalkan pada 9 Juli 2026 di kota suci Mashhad.

Comment