Polisi Tetapkan 11 Tersangka Perusakan Kantor NasDem Makassar

Demo Berakhir Ricuh, Mobil Ambulance Milik Partai Nasdem Makassar Dibakar.

Makassar, PANRITA.News – Polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka kasus pembakaran mobil ambulans dan perusakan kantor Partai NasDem Kota Makassar.

Perusakan dan pembakaran sendiri terjadi di Jalan AP Pettarani, pada Kamis 22 Oktober 2020 di sela aksi unjukrasa.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Ibrahim Tompo mengatakan pihaknya menangkap 21 orang dan 11 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara ada 11 orang yang ditetapkan selaku tersangka kasus pengrusakan kantor NasDem dan pembakaran mobil ambulance,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2020).

Para tersangka itu terdiri dari lima mahasiswa, tiga orang pelajar, serta tiga orang masyarakat umum. Mereka dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 KUHP (tentang perusakan) dan Pasal 187 KUHP (tentang pembakaran yang disengaja) Jo Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, 10 orang lainnya yang ditangkap tidak ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak sembilan orang di antaranya telah dikembalikan kepada orang tua.

“Dan satu orang diserahkan ke Sat Narkoba karena terbukti hasil tes urinnya positif,” ucap Ibrahim.

Aksi perusakan dan pembakaran itu diketahui terjadi saat aksi demo menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Makassar pada Kamis (22/10) yang berujung ricuh.

Akibat kerusuhan itu, satu unit mobil ambulans yang ada di Kantor DPD Partai Nasdem dibakar massa. Selain itu, kantor DPD Partai Nasdem kota Makassar juga dirusak.

Ibrahim menyebut aksi kerusuhan itu memang sudah direncanakan oleh massa perusuh yang ikut terlibat dalam aksi demo.

“Jadi unjuk rasa ini hanya modus, namun hal tersebut bukan hal yang membenarkan perbuatan anarkis mereka, mereka ini kelompok yang terdiri dari gabungan masyarakat dan juga ada mahasiswa dari universitas yang berbeda dengan membentuk aliansi dengan nama makar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ibrahim menuturkan pihaknya terus mengembangkan kasus ini untuk menyelidiki kelompok atau orang-orang yang terlibat dengan para massa perusuh.

Tinggalkan Komentar