Tekan Stunting di Enrekang, 30 Pendamping Gizi Layani Bumil dan Baduta di Daerah Lokus

Makassar, PANRITA.News – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel), Husni Thamrin, mengatakan, kehadiran 30 pendamping gizi di Kabupaten Enrekang akan melayani ibu hamil dan bayi bawah dua tahun (Baduta).

“Hadirnya Program Gerakan Masyarakat Mencegah Stunting (Gammara’NA) merupakan program pendampingan gizi di daerah lokus. Para pendamping akan tinggal di daerah lokus untuk melayani ibu hamil dan baduta dengan berbagai program intervensi stunting,” kata Husni Thamrin, Senin, (19/10/2020).

BACA JUGA:  Sulsel Siap Gelar Puncak HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas, Hadirkan Rekor MURI hingga Pameran Wastra Nusantara

Menurutnya, pendamping gizi akan melaksanakan kegiatan pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga, khususnya sasaran 1.000 hari pertama kehidupan serta melakukan pemberdayaan.

“Mereka akan melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga kita mampu menurunkan prevalensi stunting dari 36,6 persen tahun 2018 menjadi 14 persen di tahun 2023,” terangnya.

Ia menuturkan, pendamping sangat berpengaruh dalam menekan stunting dengan pendekatan berbagai program spesifik untuk ibu hamil dan Baduta.

BACA JUGA:  HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas Diproyeksikan Perkuat Ekonomi Sulsel, UMKM hingga Wastra

“Program spesifik menekan stunting dengan pemberian kapsul daun kelor, suplemen multivitamin bagi ibu hamil, PMT Balita, PMT Ibu Hamil dan Multivitamin Taburia untuk 1000 HPK,” jelasnya. 

Comment