Fenomena Rashdul Kiblat, Momen Langka Matahari di Atas Ka’bah Hari Ini

Ilustrasi Rashdul Kiblat. (Dok.ist)

Ilustrasi Rashdul Kiblat. (Dok.ist)

Makassar, PANRITA.News — Fenomena astronomi langka tahunan Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam terjadi hari ini, Rabu, 15 Juli 2026.

Momen ini hanya terjadi 2 kali dalam setahun untuk wilayah Indonesia dan belahan dunia secara umum

Fenomena astronomi ini secara berkala jatuh pada 27–28 Mei (sekitar pukul 16.18 WIB / 17.18 WITA), serta 15–16 Juli (sekitar pukul 16.27 WIB / 17.27 WITA).

Momentum saat posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah ini menjadi kesempatan penting bagi umat Islam di Indonesia untuk memverifikasi dan meluruskan kembali arah kiblat secara mandiri.

Di Makkah, peristiwa ini berlangsung tepat pada waktu zuhur pukul 12.27 Waktu Arab Saudi (WAS), sementara di Indonesia terjadi pada sore hari saat memasuki waktu asar, tepatnya pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.

Kementerian Agama Republik Indonesia menjelaskan bahwa fenomena alam ini dimanfaatkan melalui metode bayang-bayang benda.

Ketika matahari berada tepat di titik zenit Ka’bah, seluruh bayangan benda tegak lurus di belahan bumi lain yang mendapat sinar matahari akan mengarah langsung ke pusat kiblat.

Namun, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI, Adib, mencatat bahwa wilayah Indonesia Timur (WIT) tidak dapat ikut serta dalam momentum kalibrasi ini karena posisi matahari di wilayah tersebut sudah terbenam.

Untuk melakukan kalibrasi mandiri, masyarakat diimbau menyiapkan tongkat lurus sepanjang satu hingga dua meter, benang berbandul, serta jam yang telah disinkronkan dengan waktu resmi BMKG atau Telkom.

Pengukuran harus dilakukan di area datar yang terpapar sinar matahari langsung dengan menegakkan tongkat secara sempurna.

Tepat pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, masyarakat cukup menandai ujung bayangan yang terbentuk lalu menarik garis lurus dari ujung bayangan tersebut menuju pangkal tongkat untuk mendapatkan akurasi arah kiblat yang tepat.

Comment