Dorong Kampanye Pemilu Berkualitas, Demokrasiana Institute: Hentikan Diksi Tak Berkualitas

Makassar, PANRITA.News – Saat ini Pemilu di Indonesia masih berada dalam suasana kampanye. Dalam konteks kampanye pemilihan presiden (pilpres), semua tim sukses menggunakan beragam cara demi menarik simpati pemilih.

Sejatinya, masyarakat bisa mendapatkan pelajaran politik yang mencerdaskan selama masa kampanye. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/12/2018).

“Kampanye sebenarnya merupakan pendidikan politik, outputnya seharusnya masyarakat bisa lebih cerdas dalam menyikapi dinamika politik, namun hal itu sangat dipengaruhi konten kampanye dari setiap pasangan calon Pilpres” jelasnya.

Menurutnya, agar tercipta kampanye yang mencerdaskan, maka yang diutamakan semestinya adalah adu program.

“Wajib bagi setiap pasangan Capres Cawapres konsisten mensosialisasikan secara masif programnya dalam semua aspek kehidupan kepada masyarakat khususnya bidang ekonomi, politik, kebudayaan, lingkungan dan sosial” urai Enal.

“Ini penting agar masyarakat paham apa yang akan dilakukan calon bila kelak terpilih, dari sini pula masyarakat berpeluang menjatuhkan pilihan berdasarkan pertimbangan rasional dan cerdas” tambahnya.

Dia juga meminta para tim kampanye untuk menghentikan menggunakan diksi tak berkualitas, termasuk menyerang personal lawan.

“Belakangan ini ruang sosial kita gaduh karena yang diributkan adalah diksi tak berkualitas, misalnya soal tampang dan urusan privat keluarga, ini hanya menghabiskan energi, masyarakat tidak mendapatkan sedikitpun pelajaran dari kegaduhan seperti ini, jadi harus dihentikan, kalau mau gaduh ya seharusnya gaduhnya adalah gaduh program” tutupnya.

Comment