KPK Ikut Berkomentar Terkait Jurnalis yang Dibui Akibat Pemberitaan Korupsi

KPK Ikut Berkomentar Terkait Jurnalis yang Dibui Akibat Pemberitaan Korupsi

Wakil Ketua KPK RI, Alex Mawarta

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Ketua KPK Alexander Marwata ikut berkomentar terkait dengan vonis 3 bulan Asrul, wartawan asal Palopo, Suawesi Selatan yang didakwa melanggar UU ITE.

Alex menyebut seharusnya permasalahan itu bisa diselesaikan di Dewan Pers terlebih dahulu.

“Kalau misalnya pemberitaan itu dianggap sebagai suatu pencemaran nama baik, menurut kami, apa pun alasannya, bisa diselesaikan. Kan masing-masing punya mekanisme hak keberatan, hak jawab. Kalau terkait kode etik jurnalistik, ada Dewan Pers. Pertama mestinya diselesaikan dengan cara seperti itu dulu,” ucap Alex, Kamis (25/11/2021).

Dia juga menyinggung pasal karet yang terdapat pada UU ITE. Namun dia menyerahkan kepada majelis hakim jika memang ditemukan unsur pidananya.

“Pencemaran nama baik, biasanya seperti itu. Saya lihat pencemaran nama baik seperti pasal karet yang bisa ditarik ulur untuk siapa yang berkepentingan. Tapi prinsipnya di persidangan apakah alat bukti yang mendukung terjadinya pencemaran nama baik itu cukup atau tidak.” ucapnya.

Semua proses itu kan di persidangan dan kalau dihukum 3 bulan, mungkin hakim berpendapat unsur pencemaran nama baik terbukti,” lanjutnya.

Alex kemudian juga menjelaskan peran jurnalis pada kinerja KPK memang sangat dibutuhkan. Hal itu meliputi pencegahan maupun penindakan yang dilakukan KPK.

“Rasanya betul ya, kami kalau di KPK kan bagaimanapun teman wartawan menjadi salah satu pilar upaya pemberantasan korupsi, baik dalam upaya pencegahan maupun penindakan. Misalnya kalau bagian pencegahan, teman-teman lewat liputannya bisa sosialisasi kampanye antikorupsi,” ujarnya.

“Kalau penindakan itu tadi, lewat investigasi memberikan informasi kepada masyarakat terkait misalnya proyek mangkrak. Itu kan juga informasi buat aparat penegak hukum untuk melakukan proses klarifikasi terkait berita yang teman wartawan buat,” tambahnya.

Dia pun mengaku belum menerima informasi terkait dugaan korupsi di Palopo.

“Saya belum tahu kasus apa itu. Belum ada informasi yang diterima pimpinan soal kasus itu,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Palopo, menjatuhkan vonis 3 bulan penjara terhadap Asrul, wartawan yang ditangkap atas tudingan pelanggaran UU ITE setelah menulis berita kasus dugaan korupsi. Pihak Asrul kini mempertimbangkan banding terhadap vonis tersebut.

Tinggalkan Komentar