Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah Isolasi Mandiri di Rutan Gedung Lama KPK

Nurdin Abdullah (rompi orange) usai Konferensi Pers yang digelar KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu (28/02/2021) dini hari

Nurdin Abdullah (rompi orange) usai Konferensi Pers yang digelar KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu (28/02/2021) dini hari

Jakarta, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah saat ini sedang menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu usai ditetapkan sebagai tersangka.

Nurdin tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

Nurdin menjalani isolasi mandiri di Rumah Tahanan (Rutan) Kavling C1 yang berada di gedung lama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

“Untuk mitigasi wabah Covid-19 maka isolasi mandiri lebih dahulu,” kata Ali Fikri di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Ali belum memastikan kapan Nurdin Abdullah akan kembali menjalani pemeriksaan.

Namun lanjut Ali, jika penyidik nantinya membutuhkan keterangan Nurdin Abdullah dan tersangka lainnya, akan dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) terlebih dahulu.

“Jika nanti penyidik harus segera memeriksa para tersangka, tetap bisa dilakukan, yang sebelumnya dilakukan swab pcr dulu,” jelasnya.

Diketahui, Nurdin diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Nurdin ditetapkan sebagai tersangka bersama Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan seorang kontraktor, Agung Sucipto (AS) selaku pemberi suap.

Nurdin diduga menerima suap Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui perantaraan Edy Rahmat. Uang suap sebesar Rp2 miliar itu diduga terkait keberlanjutan proyek wisata yang akan dikerjakan oleh Agung Sucipto di Bulukumba.

Selain suap dari Agung Sucipto, KPK menduga Nurdin juga menerima uang atau gratifikasi dari kontraktor lainnya. Nurdin diduga menerima gratifikasi dari kontraktor lainnya sebesar Rp3,4 miliar yang berkaitan proyek di Sulsel.

Tinggalkan Komentar