Satu Warga Majene Sulbar Dinyatakan Positif Virus Corona

ilustrasi virus corona covid-19 (Foto: Shutterstock)

ilustrasi virus corona covid-19 (Foto: Shutterstock)

Majene, PANRITA.News – Salah satu warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dinyatakan positif terpapar virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Majene, dr Rahmat Malik memastikan kasus tersebut positif Covid-19 setelah hasil tesnya keluar dari RS Unhas.

“Ini sudah valid. Sudah ada penyampaian dari RS Unhas, secara otentik kami belum terima suratnya. Tetapi saya sudah kontak dengan direktur RS Unhas,” katanya, Minggu, 29 Maret.

Rahmat mengungkapkan, bahwa warga tersebut merupakan seorang santri asal Majene yang baru pulang dari Bogor, Pasien ini merupakan yang pertama positif Covid-19 di Sulawasi Barat.

Rahmat menjelaskan, saat Pasien dari Bogor tersebut menjalani screaning di bandara, suhunya mencapai 38,5 derajat, kemudian dibawa ke RS Unhas.
Saat dirawat di RS Unhas, kata Rahmat, kondisi pasien membaik sehingga dizinkan pulang oleh dokter.

Namun saat perjalanan pulang ke Majene, hasil tes swap pasien keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

“Dalam perjalanan ke Majene, ternyata keluar hasil di Makassar positif dari RS Unhas. Tiba di rumahnya tadi malam (Sabtu malam, 28 Maret),” terangnya.

Mendapat informasi ini, diapun langsung berkordinasi dengan direktur RS Unhas. Dan dipastikan pasien tersebut postif Covid-19. Rahmat juga sudah menurunkan tim medis ke rumah pasien.

“Kita tindaklanjuti, tim turun edukasi tadi malam. Jangan kemana-mana jangan kontak dengan orang dulu, isolasi diri semua,” ujarnya.

Rencananya, pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk dirawat di ruang isolasi. Namun, pihaknya masih terkendala Alat Pelindung Diri (APD).

Pihaknya akan ke rumah pasien dengan APD lengkap. Kemudian dirujuk, lalu rumahnya disemprot disinfektan.

“Kita menunggu APD sama Rapid Test dari provinsi. Yang bersangkutan positif ini harus dirujuk ke rumah sakit rujukan. Apakah di RS Parepare, Makassar atau RSUD Regional Sulbar. Protokolnya harus tiga kali periksa swap terkonfirmasi. Jadi harus kita rujuk sebentar,” katanya.

Sedangkan yang kontak dengan pasien, kata dia, sedang ditelusuri. Apalagi pasien diketahui dijemput di Makassar oleh bapak, ibu, dan tantenya.

“Jadi semua yang kontak dengan pasien akan diperiksa dengan rapid test dari Mamuju hari ini Minggu, 29 maret. Untuk sementara Harus isolasi diri dulu, kita perlakukan sebagai ODP. Selama 14 hari,” tandaanya.

Comment