MUI: Muslim yang Meninggal Akibat Virus Corona Mati Syahid

Petugas medis memindahkan pasien kelompok pertama yang terkena virus corona ke Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, Hubei, China. (Foto/Xiao Yijiu/Xinhua via AP)

Jakarta, PANRITA.News – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF, mengungkapkan, seorang muslim yang meninggal karena wabah, termasuk virus corona atay Covid-19 maka mati secara syahid akhirat, tetapi haknya sebagai jenazah wajib dipenuhi.

“Syahid akhirat adalah Muslim yang meninggal dunia karena kondisi tertentu antara lain karena wabah, tenggelam, terbakar dan melahirkan, yang secara syar’i dihukumi dan mendapat pahala syahid, tetapi secara duniawi hak-hak jenazahnya tetap wajib dipenuhi,” kata Hasanuddin di Jakarta, Jumat (27/3/2020) seperti dilansir dari Antara.

Menurut Hasanuddin, pahala syahid terhadap jenazah terinfeksi Virus Corona, dosanya diampuni dan dimasukkan ke surga tanpa hisab.

Namun, jenazah harus tetap diperlakukan sesuai tata cara yang sudah ditetapkan MUI, seperti dimandikan sebelum dimakamkan.

“Umat Islam yang wafat karena wabah COVID-19 dalam pandangan syara’ termasuk kategori syahid akhirat dan hak-hak jenazahnya wajib dipenuhi, yaitu dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikuburkan, yang pelaksanaannya wajib menjaga keselamatan petugas dengan mematuhi ketentuan-ketentuan protokol medis,” kata dia.

Dikatakan, pedoman mengurus jenazah COVID-19 yang dirilis MUI pada Jumat itu menegaskan kembali ketentuan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 angka 7.

Dalam ketentuan itu, kata dia, menetapkan pengurusan jenazah terpapar COVID-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Sedangkan untuk menyalatkan dan menguburkannya, kata dia, dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19. (Antara)

Tinggalkan Komentar