Virus Corona Sudah Menyebar di 54 Negara dan Tewaskan 2.858 Orang

Ilustrasi: Persebaran virus corona. (Foto: medscape.com)

PANRITA.News – Keganasan wabah virus corona terus menyebar, virus yang bernama Covid-19 kini tercatat menjangkiti 54 negara dan satu kapal pesiar Diamond Princess di Jepang.

Dilansir laman worldometers.info, total kasus infeksi mencapai angka 83.379 orang di seluruh dunia. Angka kematian juga mengalami peningkatan hingga menyentuh 2.858 jiwa.

Angka kasus di Korea Selatan terus meningkat. Hingga berita ini ditulis pada Jumat (28/2/2020), 761 kasus baru tercatat, menambah jumlah kasus di negara tersebut menjadi 2.022 orang.

Ditemukan sejumlah 19 kasus di Arab Saudi, pemerintah setempat akhirnya memutuskan untuk menutup lalu lintas wilayah kerajaaan Arab Saudi dengan menggunakan fasilitas kartu tanda penduduk Arab Saudi dan menghentikan masuknya warga negara asing ke kerajaan Arab Saudi yang menggunakan visa kunjungan wisata, khususnya mereka yang datang dari negara yang terkena wabah Covid-19.

Tak lagi hanya di Asia, virus corona Covid-19 mulai menyebar ke benua lain. Di Afrika, kasus pertama tercatat di Nigeria. Sementara di Eropa, kasus pertama dilaporkan di Belanda, San Marino, Estonia, dan Denmark.

Pengaruhi saham global

Wabah yang terus meluas dari Covid-19 tersebut juga mempengaruhi saham global.

“Saat ini, virus corona terlihat seperti pandemik. Pasar dapat bertahan meskipun risikonya besar selama kami dapat melihat ujung dari semua ini. Namun, saat ini, tidak ada yang dapat menjamin berapa lama dan seberapa parah nantinya,” kata Kepala Strategi Investasi di Mistubishi UFJ Morgan Stanley Securities, Norihiro Fujito.

Sementara, beberapa pihak juga memperingatkan bahwa dampak virus corona juga dapat melampaui dampak perang dagang AS-China.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, berjanji untuk melindungi kondisi ekonomi negara yang juga terpengaruh dari wabah ini.

“Namun, saya menyadari pandangan bahwa jika virus menyebar, akan berdampak besar pada perekonomian. Jika perkembangan berubah, kami akan memastikan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah virus menjadi risiko kerugian besar bagi ekonomi Jepang,” kata Abe.

Tinggalkan Komentar