Ketegangan Memuncak, Warga Lokal Bentrok dengan Imigran Maroko di Ceuta Spanyol

Migran Terobos Perbatasan Ceuta Spanyol. (AFP)

Migran Terobos Perbatasan Ceuta Spanyol. (AFP)

Jakarta, PANRITA.News — Krisis migrasi di wilayah otonom Spanyol, Ceuta, yang berbatasan langsung dengan Afrika Utara, kini kian mengkhawatirkan.

Situasi di lapangan dilaporkan memanas hingga memicu gelombang bentrokan fisik antara warga setempat dan imigran ilegal asal Maroko yang berhasil menerobos perbatasan.

Eskalasi ketegangan ini terekam dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial serta laporan media lokal Spanyol.

Seorang blogger asal Spanyol, David Santos, mengunggah rekaman video melalui platform X yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran di jalanan antara warga dan kelompok imigran.

Santos mengungkapkan bahwa warga keturunan Maroko yang telah lama menetap di kawasan El Príncipe bahkan ikut turun ke jalan untuk mengusir para migran yang berupaya menerobos masuk ke Ceuta secara ilegal.

BACA JUGA:  Buntut Bentrokan Maut di Matraman, Dipicu Knalpot Bising di Warung Nasi Uduk

Laporan media lokal Ceuta Actualidad menyebutkan bahwa warga setempat mulai mengorganisasi diri melalui grup percakapan WhatsApp bernama “Viva España”.

Dalam waktu singkat, grup tersebut telah dihuni oleh lebih dari 800 anggota. Sejumlah anggota grup itu dilaporkan mengusulkan aksi sweeping dan memukuli para migran menggunakan kayu penjalin atau tongkat.

Presiden Partai Andalusi, Dris Mohamed, mengonfirmasi maraknya aksi kekerasan tersebut dalam wawancaranya bersama stasiun radio Cadena SER.

Ia mengungkapkan bahwa sekelompok pemuda lokal kedapatan mengeroyok para migran yang baru saja melintasi perbatasan Ceuta.

Dris mengecam keras tindakan main hakim sendiri (vigilantism) tersebut. Kendati demikian, ia mengaku memaklumi tingkat kecemasan dan keresahan mendalam yang dirasakan penduduk lokal akibat serbuan migran.

Dampak dari tingginya ketegangan di area permukiman membuat pemilik usaha dan toko-toko di Ceuta terpaksa menutup tempat usaha mereka sementara waktu demi alasan keselamatan.

BACA JUGA:  Korban Tewas Gempa M 7,1 Jepang Jadi 28 Orang, Evakuasi Terus Berlanjut

Guna mencegah meluasnya aksi penjarahan, pencurian, dan kerusuhan massal, aparat Kepolisian Nasional Spanyol bersama kepolisian daerah kini telah disiagakan dan diterjunkan di berbagai titik rawan.

Sebelumnya, otoritas Ceuta melaporkan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang berhasil masuk secara ilegal ke wilayah mereka pada Kamis, 30 Juli 2026.

Banyak dari mereka bertaruh nyawa dengan berenang menggunakan ban pelampung atau menerobos pagar pembatas demi mencari kehidupan yang lebih baik di Uni Eropa.

Perubahan aturan hukum dari Mahkamah Agung Spanyol terkait prosedur pengembalian migran disinyalir dimanfaatkan oleh kelompok penyelundup untuk mendorong lonjakan ini.

Comment