Tuding KPU Gelembungkan Suara Jokowi, Prabowo Minta Pemilu Ulang

Jakarta, PANRITA.News – Capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding adanya penggelembungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penggelembungan suara yang dimaksud mencapai 22 juta suara untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf .

Prabowo menganggap bahwa dirinya menang Pilpres 2019 jika penggelembungan suara itu tidak dilakukan.

“Pemohon meyakini ada kecurangan pemilu yang membuat terjadinya penggelembungan dan pencurian suara yang jumlahnya di antara 16.769.369 sampai dengan 30.462.162 suara dan hal tersebut sangat berpengaruh dan merugikan perolehan suara dari Pemohon,” demikian dalil gugatan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga yang dilihat redaksi, Kamis (13/6/2019).

Prabowo-Sandiaga tidak membantah perolehan suara miliknya yang dilakukan KPU yaitu memperoleh 68.650.239 suara. Namun, paslon nomor urut 02 itu keberatan dengan Keputusan KPU yang memutuskan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan suara 85.607.362. 

Versi Prabowo-Sandiaga, semestinya Jokowi-Ma’ruf hanya memperoleh 63.575.169 suara. Sehingga KPU dinilai telah menggelembungkan suara Jokowi-Ma’ruf sebanyak 22.034.193 suara.

“Untuk itu Pemohon memohon kepada Majelis untuk memerintahkan termohon (KPU-red) melakukan hal tersebut di atas dan melakukannya di seluruh TPS secara terbuka, termasuk juga tidak terbatas hanya dengan merekap seluruh daftar hadir atau formulir C7,” lanjutnya.

Atas hal itu, Prabowo-Sandiaga meminta pemilu ulang atau mendiskulifikasikan Jokowi-Ma’ruf.

“Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor urt 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024,” tuntut Prabowo.

Tinggalkan Komentar