Paris, PANRITA.News – Beberapa pakar memperkirakan tsunami masih akan melanda Indonesia. Salah satunya diungkapkan oleh pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, sehari setelah terjadinya tsunami di Selat Sunda yang menewaskan 200 orang lebih.
Berdasarkan lansiran Channel News Asia yang dikutip dari Republika, Senin (24/12/2018), Teeuw menyebutkan bahwa jika aktivitas vulkanik berlanjut, kemungkinan adanya tsunami lain tidak dapat diabaikan.
“Kemungkinan, tsunami lebih lanjut di Selat Sunda akan tetap ada ketika gunung berapi Anak Krakatau sedang melalui fase aktif saat ini. Karena itu mungkin akan memicu tanah longsor lebih lanjut,” kata Teeuw.
Pakar lainnya, Jacques-Marie Bardintzeff dari University of Paris-South, juga memperingatkan masyarakat untuk waspada karena gunung berapi sedang tidak stabil.
Menurut Bardintzeff, survei sonar sekarang diperlukan untuk memetakan dasar laut di sekitar gunung berapi.
“Tapi sayangnya survei kapal selam biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diorganisir dan dilaksanakan,” ujarnya.
“Tsunami dahsyat yang disebabkan oleh letusan gunung berapi jarang terjadi. Salah satu yang paling terkenal (dan mematikan) disebabkan oleh letusan Krakatau pada 1883,” sambungnya.
Bardintzeff menambahkan, Gunung Anak Krakatau telah aktif sejak Juni.
David Rothery dari Open University di Inggris menjelaskan, tsunami yang melanda pesisir selatan Sumatra dan Jawa barat tampaknya disebabkan oleh keruntuhan bawah air dari gunung berapi Anak Krakatau. Anak Krakatau adalah pulau baru yang muncul sekitar 1928 di kawah yang ditinggalkan oleh Gunung Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada 1883, yang letusan besarnya menewaskan sedikitnya 36 ribu orang.
Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra, dekat dengan zona padat penduduk.
“Ombak semacam itu sarat dengan puing, dapat mematikan bagi masyarakat pesisir, terutama jika tidak ada peringatan,” tutur Teeuw.
Simon Boxall dari Southampton University menambahkan, wilayah itu juga berada dalam gelombang musim semi. Menurut dia, akan terlihat gelombang menghantam beberapa wilayah pantai pada titik tertinggi dan memperburuk kerusakan yang terjadi.

Comment