Makassar, PANRITA.News – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) berharap calon Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel senapas dengan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Harapan tersebut diungkapkan oleh Ketua PB HMI Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA), Pahmuddin, saat ditemui di Jalan Topaz, Makassar, Senin (24/12/2018).
Pahmuddin mengaku, sebagai calon pimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Sulsel, Sekda harus memiliki visi yang sama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, dalam hal ini Prof HM Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).
“Yang menjadi Sekda ini harus senapas dengan Gubernur dan Wakil Gubernur serta tidak boleh ceroboh dalam mengambil keputusan,” ungkap Pahmuddin.
Menurut mantan Presiden BEM UIN Alauddin Makassar ini, jabatan Sekda merupakan posisi strategis dalam pemerintahan. Sehingga, menurutnya, orang yang duduk di posisi tersebut harus mampu menjadi ‘motor penggerak’ di bawah sentuhan tangan dingin Prof Andalan.
“Jabatan Sekda itu adalah jabatan strategis. Jadi orang yang menjabat Sekda definitif harus menjadi wajah pemerintah provinsi,” tegas mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar itu.
Lebih jauh Pahmuddin menjelaskan, baik buruk pemerintah Pemprov Sulsel ada ditangan Sekda. Sebab, hampir semua yang berkaitan dengan administrasi harus melalui Sekda.
“Tangan kiri dan tangan kanan Gubernur itu adalah Sekda, dalam hal administrasi, oleh kerena itu harus tanggap terhadap pemerintah Provinsi,” ujar pengurus PB-HMI dua periode ini.
Lebih lanjut menurut Pahmuddin, jabatan Sekda merupakan benteng pertahanan dari kepala daerah. Sehingga, jabatan Sekda definitif itu harus diisi oleh orang yang tepat dan berpengalaman.
Sepuluh Calon Sekda Sulsel
Diketahui, tim seleksi akan mengumumkan 10 nama-nama calon Sekda definitif Pemprov Sulsel yang dinyatakan lulus dari tes assessment dan penulisan makalah, pada Selasa (25/12/2018) besok.
Dari sepuluh nama tersebut Pahmuddin meyakini, orang yang berpengalaman hingga dilevel nasional bisa menjadi salah satu pertimbangan. Baginya, pengalaman dan pemahaman dibidang pemerintahan menjadi hal utama yang perlu dipertimbangkan.
“Kita butuh orang yang tidak perlu lagi untuk diarahkan, dan kita butuh orang yang sudah mengerti keinginan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel,” tutupnya.

Comment