Pikap Tabrak 9 Biksu hingga Tewas, Ternyata Dikemudikan Bocah di Bawah Umur

PPenampakan pikap setelah menabrak biksu. (REUTERS)

PPenampakan pikap setelah menabrak biksu. (REUTERS)

Jakarta, PANRITA.News — Sembilan biksu Buddha tewas setelah rombongan peziarah itu ditabrak sebuah truk pikap di Provinsi Mukdahan, timur laut Thailand pada Kamis (2/7/2026).

Rekaman memperlihatkan bagaimana kendaraan itu menabrak rombongan biksu yang terdiri dari 35 orang tersebut, membuat lima tewas seketika di lokasi kejadian dan empat meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Kterjadi saat 35 biksu berjalan kaki dari Provinsi Mukdahan menuju sebuah kuil di Provinsi Ubon Ratchathani untuk menjalankan ibadah ziarah, dikutip Reuters dan BBC pada Jumat (3/7/2026).

Benturan keras membuat lima biksu meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, empat korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutra menjelaskan bahwa truk pikap tersebut dikemudikan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang memiliki kebutuhan khusus.

Anak itu diduga mengambil kendaraan milik orang tuanya, kemudian mengemudikannya sekitar 10 kilometer sebelum kehilangan kendali dan menabrak rombongan biksu.

“Pengemudi, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan kebutuhan khusus, mengambil truk pikap dari rumah keluarganya dan mengemudi sekitar 10 km (6 mil) sebelum menabrak kelompok biksu,” terangnya.

Detik-detik Menjelang Benturan

(Dok.ist)

Phra Sompong, yang merupakan salah seorang biksu yang selamat, mengaku melihat truk pikap melaju ke arah rombongan sebelum menghantam mereka dengan kecepatan tinggi.

“Saya melihat seorang anak laki-laki mengendarai truk pickup mendekat, lalu tiba-tiba truk itu menabrak dengan kecepatan penuh dan menabrak kami,” katanya.

Ia mengatakan dirinya bersama seorang biksu lain berhasil menghindari tabrakan saat sedang melantunkan mantra meditasi “Buddho, Buddho”.

“Untungnya saya dan seorang biksu lain berhasil menyelamatkan diri tepat pada waktunya,” tuturnya.

Menurut Phra Sompong, sembilan biksu yang berada di barisan depan berhasil selamat. Sebaliknya, para biksu di belakang menjadi korban tabrakan hingga terpental ke udara.

“Sembilan biksu pertama dalam barisan selamat, tetapi yang lain yang tertabrak terlempar ke udara,” pungkas dia.

Comment