Irwan Sipattongan: Muhammad Sukur Dipaksakan Sekda Mamasa, Bisa Merusak Demokrasi

Irwan Sipattongan: Muhammad Sukur Dipaksakan Sekda Mamasa, Bisa Merusak Demokrasi

Irwan Sipattongan

Mamasa, PANRITA.News – Dalam rangka perubahan struktur OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tingkat Kabupaten Mamasa, Sejumlah calon Sekdanya (Sekretaris Daerah) yang masuk tiga besar diantaranya Muhammad Sukur (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa), Kain Lotong Sambe  (Asisten Bidang pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mamasa) dan Hermin Lululangi (kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Mamasa).

Dari ketiga nama tersebut akan mengkerucut satu nama untuk menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Daerah.

Namun dalam perebutan jabatan kursi sekretaris daerah menuai banyak kritikan dari kalangan masyarakat dan lembaga-lembaga organisasi, salah satunya dari organisasi kemahasiswaan Sulbar yang ada di Jakarta yaitu SANDEK (Serikat Nasional Akademisi) Sulawesi Barat Jakarta.

“Kami risau terhadap seleksi pencalonan sekda yang ada di mamasa, sebab Muhammad Sukur masih Adik Kandung dengan  Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi dan kemudian baru satu kali ia menjabat sebagai kepala dinas, kami mencurigai ada pengaturan sebelumnya, apalagi kami melihat poin yang didapat Muhammad Sukur yang tertinggi dari tiga calon tersebut ”. Kata Irwan Sipattongan Ketua Umum Sandek Sulbar Jakarta.

Irwan yang juga aktif beberapa lembaga di Jakarta menambahkan, ini dapat merusak alam demokrasi yang selama ini kita junjung.

“Kabupaten ini (Mamasa) kita bisa lihat agregasi pembangunannya sangat lambat, pengelolaan organisasi pemerintahannya juga memprihatinkan. Jadi dengan dipaksakannya Muhammad Sukur sebagai Sekda mamasa ini bisa merusak alam demokrasi yang selama ini kita junjung”. Lanjutnya

“Yang jelas kami terus mengkawal proses ini sampai ke Kemendagri di sini (Jakarta) sebagai Hirarki tertinggi dalam penentuan Final keputusan” Tutupnya.

Tinggalkan Komentar