Dilaporkan Lakukan Doktrin Anti Jokowi, Guru SMAN 87 Tidak Terbukti Melanggar

Jakarta, PANRITA.News – Guru SMAN 87 Jakarta yang dilaporkan melakukan pelanggaran pidana pemilu terkait tindakannya yang disebut-sebut memberikan doktrin anti-Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden (pilpres) 2019 ditetapkan tidak melakukan pelanggaran oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan bahwa keputusan ini diambil dalam rapat pleno Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang digelar bersama kepolisian dan kejaksaan pada Rabu (31/10).

“Setelah klarifikasi (para pihak) kita rapat pleno, tapi tidak ada kaitannya dengan tindak pidana pemilu,” kata Puadi dalam laman CNNIndonesia, Jumat (2/10).

Kasus yang mendera guru NK itu menyeruak ke ranah hukum setelah adanya aduan dari wali murid di sekolah yang terletak di Rempoa Jakarta Selatan itu. Wali murid yang mengklaim anaknya bersekolah di SMAN 87 itu menuding NK mendoktrin murid agar tidak mendukung Jokowi.

Hal ini kemudian dijadikan sebagai temuan oleh Panwaslu Jakarta Selatan. Mekanisme klarifikasi ditindaklanjuti oleh Bawaslu DKI Jakarta selama 14 hari kerja.

Puadi mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah pihak guna mengungkap kasus ini. Pencarian keterangan digali dari guru NK, Kepala Sekolah SMAN 87, dan beberapa murid.

Selain itu, kata Puadi, pihaknya juga berupaya mengkonfirmasi wali murid yang diduga menyebarluaskan berita soal tindakan NK.

Dari seluruh proses pengambilan keterangan itu, kata Puadi, tidak ada satu pun temuan yang mengindikasikan pelanggaran pidana pemilu oleh NK.

“Kami klarifikasi panggil guru (NK), mencari keterangan kepala sekolah, kami juga ke sekolah ambil samplingketerangan dari murid sekolah,” jelas Puadi.

Pihak Puadi menemukan fakta bahwa wali murid yang membuat video viral bahwa guru NK melakukan doktrin anti Jokowi mengaku anaknya tidak bersekolah di SMAN 87.

“Kemudian yang mengaku orangtua siswa yang pelapor juga tidak ditemukan pelanggaran. Kami telusuri dapatlah atas nama dan alamatnya. Lalu kami kejar, tapi orang tersebut tidak merasa mempunyai anak bersekolah di SMAN 87,” ucap dia.

Sebelumnya, informasi soal guru tersebut viral di media sosial. Diketahui pihak yang mengaku sebagai orang tua murid SMAN 87 menyampaikan bahwa anaknya dan siswa lainnya dikumpulkan oleh seorang guru berinisial NK di masjid. Guru itu kemudian menunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Kemudian dikatakan guru berinisial N tersebut menuturkan banyaknya korban jiwa bencana gempa tersebut merupakan kesalahan Jokowi. Kasus ini berbuntut protes dari siswa SMAN 87.

Tinggalkan Komentar