Makassar, PANRITA.News – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak kurang lebih tinggal sebulan lagi, tepatnya pada 27 Juni 2018. Data KPU (2017) mencatat ada 171 daerah yang akan mengikuti perhelatan akbar itu, dengan rincian 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Sementara diperkirakan hampir 160 juta warga daerah akan berpartisipasi dalam pemungutan suara tersebut.
Sebut saja Pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, empat Kandidat calon akan berlaga memperebutkan kursi Gubernur dan wakil Gubernur yakni Pasangan No.urut 1 Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, No.urut 2 Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo, No.urut 3 Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman serta No.urut 4 Ichsan Yasil Limpo-Andi Mudzakkar.
Konsultan Komunikasi Digital, Iwa Muhammad mengatakan, beberapa kandidat seperti belum memiliki program jelas juga terukur sehingga hanya mempertontonkan ketidakmampuannya di media berita serta di media sosial lainnya dalam mendeskripsikan dan memberikan gambaran secara eksplisit tentang sosialisasi program-program seperti apa yang akan ditawarkan pada masyarakat jika terpilih sebagai Gubernur dan wakil Gubernur nantinya.
Ia juga menilai, kandidat tertentu terlihat hanya lebih sibuk melemparkan isu dan berkampanye pada saling klaim, alih dukung mendukung, saling sindir, serta pencitraan semata ketimbang mensosialisasikan diri sebagai calon pemimpin Sulsel yang tampil dengan adu gagasan serta penjabaran program-program yang pro terhadap rakyat.
Hal tersebut terbukti dari hasil survei yang dikeluarkan beberapa lembaga yang memperlihatkan turunnya respon dan keterpilihan masyarakat terhadap beberapa kandidat tertentu. Terbaru, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) unggul dengan tingkat elektabilitas 30,6 persen, selanjutnya, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman (Prof Andalan) diposisi kedua dengan 21,2%, terpaut tipis dari pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan 20,7%, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) dengan 9,9%.
“Masyarakat Sulawesi Selatan adalah masyarakat pemilih yang cerdas, beberapa berita dan isu-isu kandidat calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel yang tersiar kepada masyarakat melalui berita, media online serta media sosial lainnya terkesan tidak memiliki konsep dan program yang terukur tentang arah Sulsel kedepannya, para kandidat terlihat tidak memberikan informasi yang baik serta penjabaran program yang berpihak pada masyarakat. Yang diberitakan hanya saling sindir, saling klaim antar kandidat serta melempar isu-isu pencitraan semata”, ujar Iwa saat ditemui dijakarta, Sabtu (25/05/2018).
Dari hasil analisanya, hanya pasangan No.urut 1 Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar yang sejak awal ditetapkan sebagai calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Selatan berhasil secara konsisten fokus pada kampanye mensosialisasikan visi misi dan program-program yang terukur dan mampu memberikan jabaran secara lugas, tegas dan jelas serta dinilai paling realistis langsung menyentuh pada permasalahan dan kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan.
“Kalau bicara data, silahkan dari handphone teman-teman coba di check melalui internet seperti media online dan media sosial lainnya, kamudian kita data beberapa isu-isu yang dilemparkan oleh tiap kandidat, dari situ kita akan banyak menemukan subtansi berita dan isu yang hanya berisi pada konten hoax, klaim, membangun opini dan pencitraan, kemudian compare atau kita bandingkan kandidat mana yang paling banyak membahas secara detail setiap program yang pro pada rakyat, apa-apa saja permasalahan di Sulawesi Selatan serta bagaimana solusi yang ditawarkan dalam mengatasinya melalui adu gagasan, visi misi serta rencana kedepannya, silahkan masyarakat menilainya”, ucapnya.(***)

Comment