Tragedi di TPA Antang, Pria Tewas Ditikam Teman Sendiri Gegara Uang Kembalian

Ilustrasi. (Shutterstock)

Ilustrasi. (Shutterstock)

Makassar, PANRITA.News — Pesta minuman keras (miras) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, berujung maut.

Seorang pria berinisial DP (34) tewas setelah dianiaya oleh temannya sendiri, DB, akibat dipicu perselisihan sepele terkait uang kembalian.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam (8/7/2026) di kediaman korban. Saat ini, aparat kepolisian dari Polsek Manggala tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang langsung melarikan diri usai kejadian.

“Untuk terduga pelaku masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” kata Kapolsek Manggala Kompol Samuel To’longan pada Kamis (9/7/2026).

Insiden bermula ketika korban dan pelaku berkumpul bersama. Di tengah acara tersebut, muncul perselisihan mengenai uang titipan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang kemudian digunakan untuk keperluan lain.

Hal ini memicu ketersinggungan pelaku yang diduga sedang berada di bawah pengaruh alkohol.

“Ada ketersinggungan terkait penggunaan uang tersebut, yang diperparah karena adanya pengaruh miras,” ujar Samuel.

Adu mulut antara keduanya terjadi dengan cepat. Istri korban yang saat itu sedang berada di bagian lain rumah baru menyadari kejadian tersebut setelah menemukan suaminya dalam kondisi terluka parah.

Melihat korban ambruk, pelaku DB langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kendati demikian, pelaku meninggalkan sebuah telepon seluler (HP) di lokasi yang kini menjadi petunjuk krusial bagi kepolisian untuk melacak keberadaannya.

Antara korban dan pelaku diketahui merupakan rekan yang saling mengenal. Akibat serangan tersebut, DP menderita luka fatal di beberapa bagian tubuhnya.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong karena luka-luka yang dideritanya cukup serius.

“Korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di Rumah Sakit Bhayangkara. Kami menemukan beberapa luka terbuka akibat serangan senjata tajam di bagian tubuh korban,” jelas Samuel.

Polisi saat ini mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri, sementara tim penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi guna mempercepat proses hukum.

Comment