Riset Inside Ungkap Fakta Menarik 4 Paslon Wali Kota Makassar di Media Sosial

Direktur Eksekutif Inside, Nurcholis

Direktur Eksekutif Inside, Nurcholis.

Makassar, PANRITA.News – Lembaga Riset dan Konsultan, Indo Supporting Idea (Inside) merilis hasil monitoring dan analisis media sosial bagi setiap pasangan calon pada Pemilihan Wali Kota Makassar tahun 2020.

Hasil monitoring dan analisis media sosial ini mengungkap fakta menarik terkait perilaku pengguna media sosial di tiga platform terbesar seperti Facebook, Instagram dan Youtube.

Selama satu bulan terakhir pada 27 Juli – 27 Agustus 2020, Inside menemukan bahwa pasangan Danny-Fatma mengungguli kandidat lainnya terkait sebaran volume percakapan atau seberapa banyak pasangan kandidat dibicarakan di medsos.

Volume percakapan pasangan Danny-Fatma sebesar 51,77 persen, Dilan 15,14 persen, Appi-Rahman 7,91 persen, dan None-Zunnun 25,18.

“Angka ini dilihat dari jumlah post, shares, maupun comments di FB dan Instagram,” jelas Direktur Eksekutif Inside, Nurcholis dalam jumpa persnya di Makassar, Minggu (30/8/2020).

Hasil yang sama juga ditemukan dalam hal daya tarik netizen kepada masing-masing 4 pasangan kandidat. Danny-Fatma kembali mengungguli paslon lainnya.

Danny-Fatma mendapatkan skor 35,57 persen, Dilan 20,19 persen, Appi-Rahman 25,42 persen, dan None-Zunnun 18,83 persen.

Hasil ini menggambarkan seberapa besar daya tarik masing-masing paslon dilihat berdasarkan jumlah percakapan selama satu bulan terakhir. Tapi tidak paralel dengan jumlah percakapan itu sendiri.

“Misalnya Appi-Rahman volume percakapannya paling sedikit namun daya tarik Appi menggungguli Dilan dan Imun. Disebabkan karena jumlah likes yang diterima lebih besar,” jelas Nurcholis.

Namun demikian, fakta berbeda ditemukan dalam platform You5ube. Pasangan Appi-Rahman lebih mendominasi dibanding pasangan lainnya.

“Appi-Rahman paling aktif di Youtube dengan jumlah video 34 dan egangement terbanyak 77,18 persen dibanding kandidat lain. Masing-masing adalah video penyerahan rekomendasi Ketum Partai Demokrat, Deklarasi Appi-Rahman, dan Appi-Rahman Menyapa,” pungkas Nurcholis.

Inside yang telah mengantongi sertifikat resmi dari platform Facebook mengklaim, monitoring data dan analisis media sosial ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Makassar.

Menurutnya, penggunaan kampanye melalui media sosial memiliki keunggulan tersendiri dibanding tipe konvensional yang menggunakan spanduk, baliho dan alat peraga lainnya.

“Kami juga menemukan netizen di Makassar paling sedikit 3,5 jam perhari dalam mengakses medsos. Kita mengamati perilaku di media sosial, tanpa orang tahu. Ini lebih natural dan kecil potensi erornya,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar