Jakarta, PANRITA.News — Perdebatan Greatest Of All Time (GOAT) terus menjadi sorotan. Kali ini panggung Piala Dunia 2026 menjadi ruang unjuk kualitas antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di laga perdana.
Juara Bertahan Argentina memulai laga di Piala Dunia 2026 dengan positif.
Messi Cs berhasil menang besar 3-0 saat melawan Aljazair dalam laga perdana Grup J Piala Dunia 2026, digelar di Stadion Kansas City (Arrowhead Stadium), Amerika Serikat, pada Rabu (17/6/2026) pukul 08.00 WIB.
Hattrick Lionel Messi (17′, 60′, 76′) cukup bagi Argentina untuk meraih 3 poin. Gol itu membuatnya menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick dalam Piala Dunia 2026.
Dengan hattrick itu pula, dia kini bersanding dengan Miroslav Klose yang sama-sama mengukir 16 gol sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia
Hasil tersebut membuat Messi menjadi top skor sementara dengan 3 gol. Diikuti oleh Haaland dan Mbappe dengan 2 gol.
Sementara Portugal gagal meraih hasil sempurna setelah ditahan imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) pada laga Grup K yang berlangsung di Houston Stadium, Kamis (18/6/2026) WIB.
DR Kongo mampu mencuri satu poin dari salah satu unggulan Eropa, memberi kejutan lain dari wakil Afrika di Piala Dunia 2026 setelah Tanjung Verde sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol.
Portugal sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna. Baru enam menit laga berjalan, Joao Neves membawa tim asuhan Roberto Martinez unggul 1-0.
Petaka bagi Portugal datang pada masa injury time babak pertama. Tepat pada menit 45+4, Arthur Masuaku mengirimkan umpan silang akurat yang disambut sundulan Yoane Wissa.
Bola bersarang di gawang Diogo Costa dan mengubah skor menjadi 1-1.
Ronaldo yang digadang-gadang bisa menyamai rekor Messi, malah tersandung di laga perdananya tanpa satu gol pun.
Mega bintang Portugal itu harus rela berbagi poin dengan salah satu wakil Afrika di Piala Dunia 2026.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez tidak mencari kambing hitam atas hasil yang mereka terima. Martinez menegaskan tidak pernah terpikir untuk menarik Ronaldo keluar ketika Portugal membutuhkan gol.
“Tidak masuk akal mengeluarkan pencetak gol terbaik di sepak bola dunia dalam pertandingan ketika Anda membutuhkan gol,” kata Martinez.
Ronaldo masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Portugal dengan koleksi 143 gol.
Ia juga baru mencatatkan sejarah sebagai pemain kedua yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia, menyusul kapten Argentina, Lionel Messi, yang mencapai pencapaian serupa sehari sebelumnya.
Namun, kesempatan Ronaldo untuk menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda belum terwujud. Ia masih sejajar Messi, yang justru mencuri perhatian lewat trigol saat membela Argentina. Martinez menilai masalah utama Portugal saat menghadapi Kongo bukan terletak pada Ronaldo, melainkan perubahan pendekatan tim setelah unggul lebih dulu melalui gol Joao Neves pada menit keenam.

Comment