Jadi Narasumber di Tengah Milenial, JMS: Pemimpin Harus Paham Konsep Manajemen

Jamaluddin M Syamsir saat menjadi Narasumber di Bincang Santai “Pilkada Bulukumba di Tengah Millenial”.

Jamaluddin M Syamsir saat menjadi Narasumber di Bincang Santai “Pilkada Bulukumba di Tengah Millenial”.

Bulukumba, PANRITA.News – Bakal calon Bupati Bulukumba periode 2020-2025, Jamaluddin M Syamsir (JMS) berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Bincang Santai yang digelar Radar Selatan.

Kegiatan ini bertajuk “Pilkada Bulukumba di Tengah Millenial” berlangsung di Cafe Wow Bakery, Jalan Lanto Dg Pasewang, Bulukumba, Rabu (11/12/2019) malam.

Pada kesempatan itu, JMS berbicara terkait pariwisata, pertanian, pendidikan, kesehatan sampai kepada konsep manajemen kepemimpinan.

JMS menyebut, tidak semua pemimpin paham seni dan tidak semua juga pemimpin dari kalangan aktivis.

“Yang penting itu bagaimana seorang pemimpin paham tentang konsep manajemen kepemimpinan, agar mampu mengatur orang seni, mengatur aktivis, mampu berbicara dengan guru-guru besar dengan baik dan mampu menempatkan seseorang yang betul-betul ahli di bidangnya,” ucap JMS disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Wakil Ketua DPP AMPI ini juga menyinggung persoalan ibadah, khususnya generasi muda. Ia menyebut, menjadi pemuda millenial sebaiknya mampu mendahulukan urusan ibadah.

“Semillenialnya teman-teman, kalau saya yang jadi bupati, harus Ki semua pintar mengaji dan rajin sholat, karena kita semua ini akan mati, bekal apa mau kita bawa kalau sholat saja kita sebagai yang mengaku millenial kalau persoalan ibadah wajib kepada Tuhan tidak kita laksanakan,” ujar JMS disambut gemuruh dan tepuk tangan meriah para peserta.

Di sela- sela diskusi berlangsung, salah seorang peserta bincang santai, Syahrul merasa tertarik atas apa yang disampaikan JMS.

“Dari semua pemateri yang hadir pada kegiatan tersebut, saya merasa tertarik dengan pemaparan JMS, tentang pariwisata misalnya, dengan modal networking yang dimiliki oleh JMS,” tuturnya.

Syahrul pun berharap potensi wisata yang dimiliki Bulukumba mampu bersaing secara nasional dengan Bali dan Lombok. Belum lagi, lanjut Syahrul, persoalan sekolah pariwisata yang dipaparkan oleh beliau.

“Kita berharap dengan adanya sekolah pariwisata, pemuda-pemudi Bulukumba mampu menimba ilmu dan kembali ke daerah untuk memajukan sektor pariwisata yang ada di Bulukumba,” ujar Syahrul.

JMS pun berpesan kepada peserta millenial bahwa sebagai pemuda kita harus menjadi solusi bagi pemerintah

“Jangan juga pemerintah semua yang harus disalahkan kasihan, sakit perut ta pemerintah yang salah. Kita pergi ke Puskesmas, terjadi apa-apa dijalan pemerintah disalahkan. Mengkritik boleh, asal yang sewajarnya lah. Berhenti mengeluh dan menyalahkan orang lain pemuda harus hadir bukan hanya sebagai mitra kritis pemerintah, tapi juga mampu tampil dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada kepada pemerintah,” sahut JMS yang kembali diberi tepuk tangan yang meriah oleh peserta.

Selain JMS, juga turut hadir beberapa bakal Calon Bupati Bulukumba, seperti Syamsuddin Alimsyah, Andi Makkasau, dan Tomy Satria.

Tinggalkan Komentar