Diduga Korupsi, 40 Anggota DPRD Jeneponto Dilaporkan ke Kejati Sulsel

Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Senin (14/10/2019).

Makassar, PANRITA.News – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Senin (14/10/2019).

Massa melaporkan puluhan anggota DPRD Kabupaten Jeneponto yang diduga melakukan tindakan pindana korupsi senilai Rp 1.477.253.064,00.

Dalam orasinya, Jenderal lapangan kasi, Bimbim menyampaikan sekitar 40 anggota DPRD Jeneponto terindikasi melakukan korupsi secara berjamaah.

“Kami meminta Kejati Sulsel segera memeriksa dan menangkap anggota DPRD Jeneponto tersebut,” kata Bimbim.

Bimbing menyebutkan, bahwa yang dikorupsi anggota DPRD jeneponto ini adalah dana tunjangan komunikasi insentif (TKI), dana opersional pimpinan (DOP) DPRD dan tunjangan reses dan belanja asuransi kesehatan tahun anggaran 2018.

“Semuanya tidak sesuai ketentuan.
Pembayaran tunjangan komunikasi intensif(TKI)dana operasional pimpinan (DOP)melebihi ketentuan sebesar Rp. 1.477.253.064”, jelasnya.

Olehnya, lanjut Bimbim, pihaknya akan terus mengawal kasus ini sampai pihak Kejati Sulsel menangkap anggota DPRD Jeneponto yang telah merugikan negara.

none

Tinggalkan Komentar

Loading...