Nahdlatul Ulama Siapkan Kader Terbaiknya Duduk di Kabinet 2019-2024

Presiden Jokowi (ketiga kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (Ketiga kanan) berfoto bersama Kabinet Kerja yang baru dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2014. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

Presiden Jokowi (ketiga kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (Ketiga kanan) berfoto bersama Kabinet Kerja yang baru dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2014. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

Jakarta, PANRITA.News – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengaku telah lama mempersiapkan sejumlah kader terbaiknya untuk duduk dalam kabinet di Pemerintah Republik Indonesia pada masa bakti 2019-2024.

“Kita sejak dulu siap. Tapi tinggal ‘jalan geraknya’ ini. Kalau kader kita ada banyak,” kata Rais Aam Pengurus Besar NU, KH Miftachul Akhyar, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kesiapan kader NU untuk duduk di kabinet kerja presiden terpilih pada Pemilu 2019.

Pernyataan itu dikemukakan Miftachul dalam acara Halalbihalal dan Syukuran Warga NU di Sunlake Hotel, Jalan Danau Permai Raya, Sunter Jakarta Utara, Minggu (23/6/2019).

Menurut Miftachul nama-nama dari kader terbaik NU telah disodorkan pihaknya kepada pihak terkait untuk dipertimbangkan.

Namun saat ditanya terkait identitas dari kader yang dimaksud, Miftachul belum berkenan menyampaikannya kepada publik.

“Kalau namanya siapa, saya belum bisa sebut sekarang. Memang sudah ada kadernya, tetapi kita lihat nanti, karena itu semua diserahkan pada NU. Yang namanya orang menyodorkan, bisa dipertimbangkan semua,” katanya.

Miftachul juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menerima apapun keputusan yang akan disampaikan oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil kesimpulan sidang sengketa Pilpres pada pekan depan.

“Keputusan apapun nanti akan kita nilai baik, tentu harus adil dan penuh kecermatan. Kami imbau umat dan anak bangsa, semua keputusan diterima baik,” ujarnya.

NU juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari pergerakan aksi yang dianggap hanya menghabiskan energi dan rawan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadinya.

“Tidak usah geradak geruduk yang menghabiskan energi dan dimanfaatkan orang lain. Ada atau tidak ada, keputusan itu akan terjadi. Kita percaya kebenaran itu sudah begitu nyata di hadapan kita jangan ragu lagi,” ujarnya.

Sumber: Antara |

Leave a Reply