Hadiri Diskusi KPI, Mulyadi Mursali Singgung Penayangan Iklan Kampanye Caleg

Bulukumba, PANRITA.News – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Indonesia Cable Television Association atau Asosiasi Televisi Kabel Indonesia (ICTA), Mulyadi Mursali menghadiri diskusi penyusunan peraturan peliputan kampanye bagi lembaga penyiaran yang dilaksanakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat di Jakarta, Senin (11/2/2019) .

Komisioner KPI, Nuning Rodiyah menyampaikan, agar pelaku media tetap mengedepankan etika jurnalistik dan UU Pemilu.

“TV Kabel boleh menyiarkan Iklan Kampanye 2019 dengan tidak mengesampingkan aturan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, mengajak jurnalis dari seluruh media untuk berperan aktif dalam mencerahkan masyarakat. Sekaligus menjadi corong perbaikan kualitas demokrasi.

“Olehnya teman-teman media harus kreatif  dan berani mensosialisasikan caleg-caleg dan peserta Pemilu karena media punya tugas membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu,” katanya.

Sementara itu, Mulyadi Mursali, juga menyinggung boleh atau tidaknya perusahaan TV Kabel menayangkan Iklan kampanye bagi peserta Pemilu.

“Komisioner KPI Pak  Hardly Stefano, menegaskan membolehkan bahkan bisa lebih kreatif  lagi membuat program yang bisa membantu KPU  mengenalkan calon peserta Pemilu,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Mulyadi, setiap stasion TV harus tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik yang berimbang dalam  memuat berita  disetiap segmen programnya.

Untuk diketahui, tahapan kampanye yang bersifat rapat umum dan terbuka serta penayangan iklan kampanye 2019 di media TV  dan radio baru akan di mulai pada 23 Maret hingga 14 April 2019.

Mulyadi berharap agar seluruh pihak, khususnya penggiat media, untuk bersama sama mengawal Pemilu berkeadilan dan demokratis dengan menyiarkan pemberitaan yang berimbang dan menyejukkan pembaca dan pendengarnya.

“Contoh, karena calon presiden ada 2 pasang, maka harus berimbang ke dua-duanya dimuat dalam berita” ujarnya.

“Kemudian untuk batas iklan kampanye adalah kumulatif 10 kali spot iklan 1 hari untuk setiap peserta pemilu. Dari penjelasan KPU dalam diskusi itu, saat ini KPU akan menggunakan 3 spot iklan dalam 1 hari dan selebihnya masih dalan proses pengaturan oleh KPU. Kemudian yang dimaksud peserta pemilu adalah capres,DPRD,  partai politik beserta calegnya,” jelasnya.

Leave a Reply