Tersangka Korupsi Dana BOS, Kepsek Menangis saat Digiring ke Sel Polres Majene

Dana Bos (ilustrasi)

Dana Bos (ilustrasi)

Majene, PANRITA.News – Seorang kepala sekolah dan dua staf tampak tak kuasa menahan tangis saat digiring petugas ke ruangan Tipikor Polres Majene, Kamis (01/11/2018) kemarin.

Mereka adalah Kepala SD 10 Palla-Pallang Darmawati dan dua staf Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Naharuddin serta Wiryadi

Ketiganya diduga terlibat tindak pidana korupsi dana biaya operasional sekolah (BOS) 2016 dan 2017 lalu dengan total Rp 180 juta.

Darmawati terlihat limbung saat memasuki ruangan penyidik. Ia tampak tak tegar menghadapi kasus yang membelitnya. Beberapa kali ia memeluk Naharuddin, kerabatnya yang juga sedang tersandung kasus yang sama.

Dua tersangka Naharuddin dan Wiryadi, dalam kasus ini berperan sebagai operator yang memiliki kewenangan untuk memasukkan data sekolah calon penerima bantuan dana BOS. Sementara tersangka kepala sekolah diduga turut membantu memuluskan proses penyelewengan dana ratusan juta rupiah selama dua tahun terakhir.

Sebelumnya, Tim Penyidik Tipikor Polres Majene menemukan penyimpangan penggunaan anggaran dana BOS yang tidak sesuai peruntukannya. Akibat perbuatan ketiga tersangka, negara dirugikan sebesar Rp 180 juta.

Kanit Tipikor Polres Majene, Iptu Julius menjelaskan, ketiga tersangka terlibat penyalahgunaan dana BOS sejak 2016-2017 di sejumah sekolah di Majene, hingga merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah.

“Sesuai hasil penyidikan dan bukti-bukti temuan penyidik, ketiganya dinyatakan terlibat tindak pidana penyalahgunaan dana BOS yang merugikan keuangan negara,” jelas Iptu Julius, kanit Tipikor Polres Majene

Julius menyatakan, ketiga tersangka diganjar Pasal 12E UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan Uu No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ketiganya juga diancam pasal 3 dan 4 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 junto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman minimal 4 tahun penjara, maksimal 20 tahun penjara.

Tinggalkan Komentar