4 Tahun Jokowi-JK, Pertumbuhan Ekonomi Selalu Dibawah Target

Jakarta, PANRITA.News – Tepat hari ini, 20 Oktober 2018, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) genap berusia 4 Tahun. Target pertumbuhan ekonomi di level 7% menjadi salah satu janji Jokowi-JK dalam memimpin Indonsia hingga 2019 mendatang.

Target itu secara jelas tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Namun, dengan melihat statistik selama 4 tahun terakhir, target itu sulit tercapai. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 tidak pernah menembus target yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (5/2/2018), sejak 2014 ekonomi nasional hanya mampu tumbuh di level 5,02%, angka ini jauh dari asumsi dasar yang dipasang pemerintah dalam APBN yakni sebesar 5,5%.

Pada tahun 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,7%. Tetapi hasilnya berada di bawah 5%, tepatnya 4,79%. Begitupun pada 2016 lalu, target pertumbuhan ekonomi 5,1%, tapi realisasinya hanya 5,02%.

Satu tahun kemudian, pemerintah kembali gagal merealisasikan pertumbuhan ekonomi di level 5,2%. Sepanjang tahun 2017 tersebut, laju pertumbuhan ekonomi nasional mentok di level 5,07% atau hanya naik 0,03% dari tahun sebelumnya.

Adaun di tahun 2018 ini, pemerintah kembali menargetkan ekonomi tumbuh 5,2%. Dalam perjalanannya, pemerintah masih optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,2-5,3%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal-I 2018 5,17% dan kuartal-II 2018 5,27% didongkrak oleh konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor.

“Sampai hari ini saya akan sampaikan dari sisi pertumbuhan ekonomi kita masih mencatat suatu momentum yang sangat positif semester I 5,17%, bahkan kuartal II 5,27% itu didukung semua sisi demand konsumsi, investasi, government spending, ekspor meskipun impor juga meningkat,” jelas Sri Mulyani dalam acara Economic Outlook 2019 yang dihadiri para ekonom di Kuningan Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Pada kuartal III 2018 dia memproyeksi ekonomi Indonesia masih tumbuh di sekitar atau di atas 5,17%. Secara akumulatif, dia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 hingga 5,3% di 2018.

“Jadi secara keseluruhan 2018 full year growth 5,2-5,3%. 5,3% adalah diskusi kita dengan parlemen, tapi lihat dinamika kuatal I dan II mungkin outlook 5,2%,” terangnya dalam laman detikcom.

Menarik untuk ditunggu, akankah target pada tahun 2018 ini bisa tercapai, atau justru kembali gagal seperti tahun-tahun sebelumnnya. Begitupun dalam kalkulasi keberhasilan pemerintahan selama 5 tahun. Tersisa 1 tahun pemerintahan Jokowi-JK, untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 7%.

Comment