Heboh Tuduhan Disebut ‘Ani-ani’ Eks Jampidsus Febrie, Advokat Yuenchi Arwindi Bereaksi

Yuenchi Arwindi. (Dok.ist)

Yuenchi Arwindi. (Dok.ist)

Jakarta, PANRITA.News — Seorang wanita asal Lampung yang merupakan Advokat muda Yuenchi Arwindi mendadak menjadi perbincangan warganet usai dituduh menjadi simpanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Seiring dengan naiknya kasus korupsi yang menyeret nama Febrie, nama Yuenchi juga kian menjadi sorotan.

Isu yang beredar di media sosial dan sejumlah media daring menyebut dirinya sebagai wanita simpanan sekaligus tempat penitipan aset milik Febrie.

“Assalammualaikum, saya Yuenchi Arwindi advokat yang tergabung di Peradi ingin menyampaikan klarifikasi terhadap pemberitaan yang beredar selama satu hingga dua hari terakhir melalui akun media sosial (medsos), media online yang tidak memiliki kredibilitas yang berisi mengenai tuduhan saya terhadap mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah,” kata Yuenchi Arwindi.

BACA JUGA:  Kasus Korupsi Jampidsus Febrie Bikin Geram! PDI-P dan PAN Desak Hukuman Mati

Melalui video klarifikasi ia menyatakan di bawah sumpah bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar.

“Dengan ini saya menyatakan sebenar-benarnya sumpah demi Allah, demi Tuhan Yang Maha Esa, tuduhan tersebut sebagai simpanan ataupun ani-ani serta penyimpanan aset ataupun menerima uang bayaran rupiah adalah tidak benar dan tidak berdasar,” tegas Yuenchi Arwindi.

Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) itu menegaskan bahwa selama ini dirinya menjalankan profesi advokat secara profesional, mematuhi hukum, dan menjunjung tinggi kode etik sejak resmi disumpah. Ia juga mengaku tidak mengenal Febrie Adriansyah secara pribadi.

“Saya menegaskan bahwa saya tidak pernah bertemu dengan beliau ataupun melakukan komunikasi melalui telepon atau pesan serta komunikasi yang lainnya,” ujar Yuenchi.

BACA JUGA:  Tim 9 Dibentuk Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Yuenchi menduga namanya terseret dalam polemik tersebut karena rekam jejak pekerjaannya di masa lalu.

Ia pernah menjadi advokat di salah satu kantor hukum berinisial “BS” yang berlokasi di sekitar kawasan Kantor Kejaksaan Agung.

Namun tegas Yuenchi, seluruh aktivitasnya di kantor hukum tersebut dilakukan secara profesional dan tidak melanggar ketentuan hukum.

Merasa nama baik, kehormatan, dan martabat profesinya dirugikan, Yuenchi bersama tim kuasa hukumnya menyiapkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut.

“Saat ini saya dan tim saya sedang melakukan pendataan terhadap akun-akun ataupun media sosial yang menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai saya. Terhadap pihak-pihak tersebut, saya akan mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Comment