Kemenristekdikti Larang 5 Kampus di Sulsel Terima Mahasiswa Baru

Makassar, PANRITA.News – Jelang Penerimaan Mahasiswa Baru, Koordinator Kopertis wilayah IX Prof. Jasruddin menghimbau calon mahasiswa agar lebih berhati-hati memilih kampus yang akan ditempati menuntut ilmu, khusunya pada Peguruan Tinggi Swasta (PTS).

Pasalnya, masih terdapat 33 perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berstatus pembinaan, 5 di antaranya merupakan kampus di Sulawesi Selatan.

“Iya saat ini ada puluhan PTS, yang masuk dalam kategori pembinaan, termasuk 11 PTS yang ada di wilayah Kerja Kopertis wilayah IX. 5 di antaranya ada di Sulsel,” Kata Prof Jasruddin, Jumat (30/3/2018).

Menurutnya status pembinaan dilekatkan pada PTS, dikarenakan sejumlah persoalan yang terjadi, salah satunya masalah konflik yayasan dan masalah pengelolaan perguruang tinggi yang tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Akibat persoalan tersebut Kemenristekdikti melakukan pembinaan terhadap PTS yang dianggap memiliki masalah. Sehingga PTS yang masuk dalam kategori pembinaan dilarang melakukan penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2018-2019.

Bahkan lebih jauh, PTS yang bandel bisa saja akan ditutup jika PTS bandel itu masih melakukan kesalahan dan tidak mampu memenuhi segera persyaratan Kementerian.

“Hal ini akan menjadi spirit bagi Kopertis IX untuk bekerja lebih keras lagi. Kami akan bekerja dengan spirit sebagai mitra bagi PTS yang bermasalah,” tambah Prof Jasruddin.

Meski demikian lanjut Prof Jas, Kopertis sebagai perpanjangan tangan kemenristekdikti akan terus mengupayakan perbaikan sistem melalui penerapan aplikasi sistem yang berbasis peraturan Kemenristekdikti.

“Ini berarti pada tahun 2019 tidak ada lagi PTS dari Sulsel yang masuk golongan tidak boleh menerima mahasiswa sebab semua sudah berjalan sesuai aturan atau sudah dinyatakan ditutup,” ucap Prof Jasruddin.

Berikut daftar kampus/ Perguruan Tinggi yang sedang dalam status pembinaan di Sulsel dilansir Kopertis wilayah IX Sulawesi:

1. Universitas Karya Dharma Makassar;

2. STIKES Baramuli;

3. ATI Dewantara Palopo;

4. Akbid Bambapuang Prima Persada;

5. Akbid Graha Rabita Anugerah.

Editor: Aswin

Comment