Jakarta, PANRITA.News — Sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak jadi sorotan setelah ditemukan ratusan senjata api (senpi), alat pembuat peluru ilegal, narkotika, hingga puluhan keping VCD porno.
Barang-barang terlarang tersebut tersembunyi di dalam ruangan sekolah yang awalnya hendak dialihfungsikan untuk kegiatan belajar-mengajar.
Kasus ini pertama kali terungkap pada Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan sekolah tersebut, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa penemuan ini bermula saat pihak sekolah berniat membuka sebuah ruangan kosong untuk fasilitas murid.
“Namun tiba-tiba ketika kita membuka (ruangan) untuk kepentingan sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata. Air gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur,” jelas Untung dikutip Jumat (7/8/2026).
Dalam pemeriksaan awal, jumlah senjata yang ditemukan sangat fantastis. Selain senjata angin, petugas juga mendapati senjata api organik berdaya ledak tinggi.
“Jumlah senjata genggam itu 995. Lalu shotgun-nya satu, kaliber 12/70,” jelasnya.
Berangkat dari temuan mengejutkan tersebut, pihak yayasan memutuskan untuk membuka dua ruangan lainnya pada Rabu malam (5/8/2026). Karena khawatir dengan potensi bahaya, pihak sekolah meminta pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
“Tadi malam saya ingin juga menggunakan dua ruangan untuk kepentingan guru. Kita konfirmasi dengan Kasat, saya memohon agar saya minta didampingi,” kata Untung.
Dugaan pihak yayasan terbukti benar. Saat pintu ruangan kedua dibuka dan dibersihkan, petugas kembali menemukan berbagai komponen senjata api militer serta amunisi.
“Lalu setelah kita membuka dan menggeledah untuk kita rapikan, eh ada laras senjata api kaliber 5.56 (mm). Kemudian ada senjata genggam kaliber 40 dan 9 mili,” sambungnya.
Tak hanya itu, petugas di lapangan juga mengamankan magasin jenis Glock berkapasitas 30 butir peluru, senjata api merk Walther, senjata kaliber 22, hingga magasin untuk senapan serbu jenis M4.
Di lokasi yang sama, tim gabungan juga dikejutkan dengan adanya mesin pencetak amunisi yang diduga kuat dioperasikan secara ilegal di dalam lingkungan pendidikan.
“Dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang. Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?” tutur Untung dengan nada heran.
Kejutan belum berakhir. Di sudut ruangan lain, petugas juga menemukan paket narkotika serta puluhan kepingan VCD dewasa.
“Ada narkoba kita temukan. Ada di situ dengan VCD kurang lebihnya 25 kaset yang berbeda. Ini kok ada di situ? Lalu kemudian saya laporan, tambah tim (polisi) datang untuk mereka lihat,” tambahnya.
Libatkan Tim Wasendak Polda Metro Jaya
Guna memastikan validitas dan spesifikasi militer dari senjata-senjata tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya.
Berdasarkan pemeriksaan fisik di lokasi, petugas Wasendak memverifikasi jenis senjata melalui kondisi ulir larasnya. Laras yang memiliki alur atau ulir menegaskan bahwa senjata tersebut merupakan senjata api organik yang mematikan dan dilarang keras dimiliki secara sipil.
“Coba disenter (Wasendak, senjata) apa itu? Ada alur lengkap. Nah ini senjata tajam. Dan produksi senjata tajam di situ (ruangan) tidak boleh. Pindad bisa marah. TNI sama Polri bisa ngamuk ini kalau ada begini,” imbuh Untung.
Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan masih memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pemilik dan dalang di balik penyimpanan barang-barang ilegal tersebut di dalam area sekolah.

Comment