Bruno Fernandes Dinilai Jadi Titik Lemah Taktik Amorim di MU

Bruno Fernandes Dinilai Jadi Titik Lemah Taktik Amorim di MU

Selebrasi kapten Manchester United, Bruno Fernandes setelah mencetak gol ke gawang Chelsea di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Jakarta, PANRITA.News — Mantan manajer Timnas Inggris, Glenn Hoddle, turut menyoroti penerapan taktik Ruben Amorim di Manchester United. Ia menilai pendekatan sang pelatih sebenarnya menjanjikan, namun masih memiliki titik lemah yang harus segera dibenahi.

Sejak ditunjuk sebagai manajer Manchester United tahun lalu, Amorim memperkenalkan sistem baru dengan formasi 3-4-2-1. Skema tiga bek ini menjadi ciri khas mantan pelatih Sporting CP tersebut dalam upaya membangun kembali karakter permainan Setan Merah.

Namun, belakangan taktik ini menuai banyak kritik. Sejumlah analis dan mantan pemain menilai para pemain United belum benar-benar cocok dengan pola tersebut dan menyarankan agar Amorim beralih ke sistem empat bek yang lebih konvensional.

Meski demikian, Hoddle menilai sistem yang diterapkan Amorim memiliki potensi besar untuk membawa United kembali tampil konsisten.

“Saya menyukai sistem ini terutama ketika mereka menguasai bola. Mereka sangat berbahaya dan menunjukkan hal itu saat menghadapi Liverpool musim lalu dan Arsenal di awal musim ini,” ujar Hoddle, dikutip dari Mirror Sport, Senin (6/10).

Berbahaya Saat Menguasai Bola

Hoddle menilai bahwa United sebenarnya terlihat lebih terorganisasi dan progresif dalam menyerang ketika menggunakan tiga bek. Skema tersebut, menurutnya, memberi kebebasan lebih bagi Bruno Fernandes dan lini depan untuk berkreasi.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa sistem ini menuntut koordinasi yang solid, terutama dalam transisi bertahan.

“Skema tiga bek membuat mereka nyaman ketika menguasai bola. Tapi saat kehilangan bola, masalah muncul di lini tengah karena kurangnya kedisiplinan dalam menutup ruang,” kata Hoddle.

Lini Tengah Jadi Titik Lemah

Menurut mantan pelatih Chelsea tersebut, area tengah lapangan menjadi titik paling rentan dalam taktik Amorim. Ia menyoroti kurangnya reaksi cepat dari para gelandang ketika tim lawan melakukan serangan balik.

“Saya rasa masalah utama dari taktik ini terletak pada aspek bertahan. Amorim harus mengubah cara mereka melakukan pressing. Dengan Bruno dan Casemiro sebagai starter, United sering kalah cepat dalam menutup ruang lawan,” ungkap Hoddle.

Hoddle menilai bahwa apabila aspek pertahanan kolektif ini diperbaiki, maka sistem 3-4-2-1 milik Amorim bisa menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan Manchester United musim ini.

Amorim pun seolah menjawab kritik tersebut pada akhir pekan lalu. Dalam laga menghadapi Sunderland di Old Trafford, Manchester United tampil dominan dan menang 2-0 lewat gol Mason Mount dan Benjamin Sesko.

Pertandingan itu memperlihatkan bagaimana skema tiga bek mampu bekerja efektif, dengan United mencatatkan clean sheet dan menguasai permainan sepanjang laga.

Kemenangan tersebut juga mengembalikan United ke jalur positif setelah beberapa hasil inkonsisten di awal musim.

Comment