Abdul Samad Interupsi Paripurna, Tanya Basri Soal Santunan Kematian

Bontang, PANRITA.News – Anggota komisi III Abdul Samad, lakukan interupsi menanyakan soal kebijakan pemerintah yang menghentikan sementara program Santunan kematian warga, saat Rapat Paripurna (21/06/2021) akan segera ditutup

“Pak Wali, kami rasa, santunan kematian perlu dilanjutkan untuk diberikan bagi warga yang tertimpah musibah dan sangat butuh,” jelas politisi yang akrab disapa Aco.

“saya harap, program ini tetap berjalan, Aggaran tiap tahunnya kan 5 M, dan ini sudah dijalankan pemimpin pemimpin sebelumnya,” lanjut Aco.

Rapat Paripurna terkait Rancangan peraturan pemerintah tentang, Pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan beanja daerah Tahun Anggaran 2020, juga di Hadiri oleh Wali Kota Bontang Basri Rase dan wakilnya Najirah.

Menanggapi itu, Basri rase bilang, santunan kematian bagi warga harus dihentikan karena menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“hasil pemeriksaan keuangan Tanhun anggaran 2020, beberapa catatan auditor BPK, dan salah satunya adalah santunan kematian,” Jelas Basri.

Namun kata dia, pemerintah terus melakukan upaya agar program ini bisa dilanjutkan kembali Pemberian santunan kematian bagi warga bontang, di hentikan.

“untuk pak Abdul Samad, saat ini bagian hukum pemerintah sedang berkonsultasi dengan BPKP.” Ungkap Basri.

“jadi sementara sekarang, kami lagi menunggu rekomendasi dari BPKP,” Pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, antunan kematian dihentikan sejak 2 Juni.

Hal itu juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 188.65/779/DSPM/2021 tentang Pemberhentian Penerimaan Berkas Permohonan Santunan Kematian bagi penduduk Kota Bontang.

Tinggalkan Komentar