Kandidat Doktor Muda Angkat Bicara Soal Calon Independen di Pilkada Pasangkayu

Andi Cibu, S.H., M.H.

Andi Cibu, S.H., M.H.

Pasangkayu, PANRITA.News – Dalam perjalanan bangsa, negara dan dunia kita tahu, bahwa sejarah di genggam oleh angkatan muda yang gigih, kokoh dan progresif dalam memperjuangkan nasib rakyat.

Hari ini tak banyak yang harus diperbuat sebagai golongan muda selain dari dukung mendukung, bersatu padu dan cinta akan perubahan, sebagimana jati diri seorang pemuda bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir yg dimiliki oleh pemuda.

Demikian pernyataan seorang kandidat Doktor muda Andi Cibu, S.H., M.H. tentang eksistensi pemuda saat ini.

“Prinsipnya, pemuda tidak banyak menceritakan masa lalu tetapi lebih kepada menjanjikan masa depan. Mengapa pemuda sangat menjanjikan masa depan karena pemuda punya semangat, ideologi dan prinsip-prinsip dalam pembebasan terhadap manusia, sebab itulah darah muda sebagai nomenklatur pemimpin yang dapat membawa perubahan,” tutur Andi Cibu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/11/2020).

Konsensus antara pemerintah dan rakyat itu diwujudkan dalam UUD 1945 sebagai ikatan politik dan hukum, maksud di adakan nya UUD 1945 untuk meletakkan aturan-aturan pasti, dan dengan demikian menjaga agar pemerintah tetap berjalan dengan baik.

Potensi penataan dan penciptaan pemerintahan yang baik tentu berangkat dari ide, gagasan dan semangat perubahan anak muda. Tak berpikir banyak, energi dan waktu rela dihabiskan untuk belajar hanya karena soal pemikirannya yang dapat membawa perubahan, itulah ciri khas dari pemuda.

Seperti dalam Kontestasi Pemilihan Kepapa Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasangkayu, salah seorang tokoh muda, M. Yusri Nur, S.T., M.Si. ia sosok mantan aktivis dan organisatoris yang juga lulusan universitas terbaik dan tertua di indonesia timur yang kini identik dikenal sebagai kampus intelektual dan pergerakan UMI Makassar

“Demikian hari ini beliau berjuang dalam pesta demokrasi sebagai Calon Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Berpasangan Bapak Ir. H. Abdullah Rasyid, MM sebagai calon bupati Pasangkayu yang juga beliau sangat berpengalaman, cerdas, baik dan berjiwa muda dengan nomor pasangan calon urut 2. Apalagi pasca debat Publik beberapa waktu lalu, sosok pasangan ini memaparkan visi misi secara signifikan, berkualitas, aktual dan terukur. Tentu sebagai pemilih ilmiah cerdas yang objektif maka tidak ada alasan lain untuk tidak mendukung sekaligus memilih pasangan “abdullah yusri”. Pun tidak berarti tanda-tanda masyarakat Pasangkayu belum maju. Sehingga jangan biarkan orang baik berjuang sendiri,” ujar Ancib sapaan akrab Andi Cibu.

Unik dan luar biasanya, pasangan calon ini maju dan lolos dengan syarat perseorangan (independen). Artinya maju sebagai pasangan calon tanpa ada dukungan oleh Partai Politik (Parpol).

Secara perspektif ketatanegaraan, calon independen adalah sistem yg dilegalisasi baik secara Konstitusi bahwa pemilihan kepala daerah dipilih secara demokratis, kata demokratis dijewantahkan melalui UU Pilkada No 10 Thn 2016 yang juga di camtumkan pasangan Perorangan (independen) sebagai pemilihan demokratis.

Pada kategori calon independen tentu sangat sulit untuk lolos dikarenakan syarat dan ketentuan dalam UU Pilkada tidaklah mudah, terbukti di beberapa daerah lain mulai dari kalangan atris, pengusaha dll. tidak dapat lolos sebagai calon independen pada kontestasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Itu artinya bahwa memang tidak mudah sebagai calon independen sebagaimana kalah rumitnya dari loby parpol

Independen, selain diusung oleh perorangan atau dengan kata lain pengumpulan KTP rakyat sebanyak yang telah ditentukan. Artinya niat rakyat atas kepemimpinan independen lebih terbukti dan diminati atas dukungan dengan terkumpulnya KTP. Berbeda dengan pengusungan oleh Parpol, sekalipun hitungan syarat calon ditentukan oleh suara kursi parlemen namun suara kursi parlemen tidak menjamin secara nyata atas dukungan rakyat.

T”atkala demikian bahwa, Pemimpin yang baik tergantung bagaiman proses pemilihan hingga pada pemenangan. Sebab baik dan buruknya pemimpin juga tergantung dari mekanisme pemilihan pula,” Imbuh Ancib yang juga calon Doktor muda ini.

Menurut Andi Cibu, Ini adalah kesempatan emas masyarakat Kabupaten Pasangkayu untuk memilih pemimpin yang independen. Sejalan makna independen dalam mekanisme pemilihan pada akhirnya makna independen diwujudkan dalam menjalankan pemerintahan yang baik dan bersih tanpa ada ikatan dan pengaruh terhadap kekuasaan lainnya, selain dari pengaruh dan kehendak rakyat.

“Oleh karena itu pilihan tepat masyarakat Kabupaten Pasangkayu dalam kontestasi Pilkada ada di Ir. H. Abdullah Yusri, MM dan M. Yusri, S.T., M.Si. Nomor Urut 2,” pungkasnya.

“Mari cerdas dalam menentukan pilihan, terlebih lagi dewasa dalam memilih agar supaya dapat menghargai pilihan orang lain,” tutup Ancib yang juga dikenal sebagai Aktivis Makassar ini.

Tinggalkan Komentar