Hakim Putus Tolak, Hamsah Dg Muntu dan Kuasa Hukumnya Siap Banding

Hamsah Dg. Muntu (69) beserta Kuasa Hukumnya, Ibrahim Bando, SH.

Makassar, PANRITA.News – Hakim pengadilan negeri Makassar akhirnya memutuskan perkara gugatan sengketa tanah yang berlokasi di depan RS. Siloam jl. Metro Tanjung Bunga Makassar.

Informasi itu disampaikan oleh Kuasa Hukum penggugat Hamsah Muntu, Ibrahim Bando, SH.

“Saya dapat info bahwa putusannya dibacakan pada selasa (14/04/2020) kalau gugatan kami ditolak majelis hakim,” papar Ibrahim.

Sang kuasa hukum itu sendiri menyatakan bahwa dia tidak berkesempatan hadir saat pembacaan tersebut karena fenomena wabah Covid-19.

Disinggung tentang tindakan pasca putusan tersebut, Ibrahim menyatakan tetap akan melawan.

“Kami tentu akan tetap menuntut hak klien kami sesuai prosedur hukum, sampai majelis menyatakan bahwa ini hak klien kami,” ungkapnya.

Kuasa hukum penggugat tersebut menyatakan bahwa bukti-bukti dan kesaksian yang muncul di pengadilan sebelumnya sudah menguatkan pihaknya selaku penggugat. Meskipun beberapa kali dilakukan penundaan karena di akhir masa persidangan ada majelis hakim yang sedikit mengalami gangguan kesehatan.

Dibalik putusan itu, Ibrahim menyatakan bahwa hakim tentu punya pertimbangan tersendiri atas putusan itu.

“Majelis hakim yang mulai tentu punya alasan dan pertimbangan sendiri atas putusan itu, namun sampai hari ini saya belum tahu seperti apa karena saya belum terima putusannya, ” ujarnya saat dihubungi Panrita Kamis (23/04/2020) sore kemarin.

Hamsah Dg. Muntu serahkan pada tim kuasa hukumnya.

Hamsah Dg. Muntu selaku penggugat yang dulu merupakan penggarap di lokasi seluas sekitar 4 hektar tersebut menyatakan siap terus berjuang.

“Sudah saya dapatmi informasinya, kalau seperti itu, artinya masih haruski lanjutkan perjuangan dek,” ujarnya.

Hamsah juga menyatakan menyerahkan segala urusan lokasi itu pada pihak tim kuasa hukum yang telah dipercayakannya.

“Saya jalan dengan teman-teman yang peduli dan sangat memahami urusan ini, jadi semua urusan saya serahkan pada beliau, karena sudah natau’mi persoalan dan apa yang kami harapkan dari urusan ini,” ungkap Hamsah.

Perkara sengketa ini putus setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar membaca putusannya pada 14 April 2020 lalu. Putusan itu dibacakan setelah lebih setahun lamanya sejak perkara perdata no. 02/Pdt.G/2019 ini didaftarkan pada awal Januari 2019 lalu di PN. Makassar.

Hamsah Dg. Muntu adalah penggugat yang berstatus penggarap atas lokasi itu. Hamsah melalui kuasa hukumnya menggugat ahli waris almarhumah Hj. Najmiah Muin, PT. Mariso Indoland yang merupakan perusahaan Najmiah dan PT. Passokkorang, perusahaan milik pengusaha Willianto Tanta yang mengklaim membeli dari pihak Najmiah.

Hamsah tak sekedar menggugat perdata lokasi itu. Proses pidana juga sudah diusahakan olehnya. Melalui kuasa hukumnya, Hamsah telah membuat laporan ke Mapolda Sulsel atas lahan tersebut.

Tinggalkan Komentar