Sidang Sengketa Lahan Diagendakan Selasa, Hamsah Dg Muntu Harap Putusan Adil

Foto: Lokasi Sengketa Lahan di Jalan Metro Tanjung Bunga Kota Makassar. (Ist)

Makassar, PANRITA.News – Kamis (12/3/2020) jelang siang, Ibrahim buru-buru masuk ke halaman kantor Pengadilan Negeri Makassar. “Sebentar dek, saya ditunggu menghadap panitera sejak tadi,” ungkapnya saat disapa Panrita.news.

Beberapa saat lamanya, kuasa hukum Hamsah Dg. Muntu yang merupakan pihak penggugat itu pun muncul. “Tadi dipanggil untuk konfirmasi panggilan sidang putusan dek, rencananya Selasa (17/3/2020) pekan mendatang,” ungkapnya.

Pembacaan putusan perkara perdata no. 02/Pdt.G/2019/PN.Mks di Pengadilan Negeri Makassar ini sudah mengalami penundaan beberapa kali. Proses persidangan pun memakan waktu yang cukup lama. Terdaftar di awal 2019 dan belum putus hingga Maret 2020.

Baca juga: Sidang Kasus Sengketa Lahan di Jl Metro Tanjung Bunga Masuki Babak Akhir

Ibrahim Bando, selaku kuasa hukum penggugat beberapa kali dikonfirmasi kerap menyatakan memahami. “Ini perkara besar dan pihak yang terlibat juga ada yang diluar daerah, jadi mungkin wajar saja (kalau lama red),” ujarnya.

Diketahui, pihak yang berperkara dalam gugatan tersebut adalah Hamsah Dg. Muntu selaku penggugat, Abu Bakar selaku penggugat intervensi, dan para tergugat adalah Prof. Muin Liwa, Murdiana Muin, Muhyina Muin, Nurnajmul, PT. Mariso Indoland dan PT. Passokkorang.

Sementara salah seorang tergugat tercatat berdomisili di Jawa Barat. “beliau yang sedikit lama pengurusan kuasanya,” beber Ibrahim.

Sebelumnya, rencana akhir pembacaan putusan sidang pada kamis (5/3/2020) lalu mendadak ditunda karena hakim berhalangan hadir karena sakit.

Baca Juga: Hakim Sakit, Putusan Sengketa Lahan di Jl Metro Tanjung Bunga Kembali Ditunda

Ibrahim menyatakan penundaan itu lumrah tapi sekaligus tetap harus professional dan independen. “Penundaan itu wajar selama hakim tetap pada garis keadilan dan tidak dalam kondisi berpihak,” ungkapnya.

Menurut pengacara berkumis tipis itu, pihaknya berada di atas angin dalam kasus itu, “kami punya saksi-saksi yang tahu betul dan pembuktian putusan 229 tahun 2017 dan hakim yang mengadili kami saat ini, juga hakim di putusan itu yang menegaskan posisi lokasi yang pihak tergugat klaim sekian lama ini terhadap lokasi klien kami,” ungkapnya kembali.

Hamsah Dg. Muntu berharap putusan Adil

Foto Hamsah Dg. Muntu.

Hamsah Dg. Muntu yang dikonfirmasi mengenai perihal putusan itu, menyatakan bisa bersabar.

“Kalau saya, sabarja Pak, apalagi tim pengacara selaluji kasi kabar perkembangannya,” terangnya.

Namun, dibalik kesabaran itu, pria tua yang sehari-hari kini bekerja sebagai buruh tani itu menyelipkan pengharapan besar.

“Kita lihat sendiri saya bagaimana Pak, kehidupan susah, dan benar-benar saya merasa sedih atas perlakuan almarhumah (Hj. Najmiah red) yang dulu pernah mengusir saya waktu bertamu ke rumahnya. Saya sampai jalan kaki dari rumahnya pulang, padahal saya hanya datang baik-baik bertanya kelanjutan soal itu lokasiku yang dia sudah kasi panjar karena mau beli,” kenang Dg. Hamsah sambil tertegun.

Dibalik kesedihannya, pria tua itu menyatakan tetap berharap putusan yang adil, “saya kembalikan semua pada Allah SWT pak, dan semoga pak Hakim semua bisa memberi putusan yang adil bagi pihak kami,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar