Sidang Kasus Sengketa Lahan di Jl Metro Tanjung Bunga Masuki Babak Akhir

Agenda Sidang Sengketa Lahan di Jalan Metro Tanjung Bunga Masuki Babak Akhir

Foto: Lokasi yang digugat oleh Penggarap Hamsah Dg. Muntu di Jl Metro Tanjung Bunga (Depan RS. Siloam dan sebelah kiri patung kuda). (Ist)

Makassar, PANRITA.News – Agenda pelaksanaan sidang perdata gugatan kasus sengketa lahan di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso Kota Makassar memasuki babak akhir.

Dalam pantauan PANRITA.News, pelaksanaan sidang pada Kamis siang (6/2/2020) tadi hanya mengagendakan penyetoran kesimpulan dari para pihak (penggugat, penggugat intervensi dan tergugat red.)

Sementara pada pekan sebelumnya, agenda sidang adalah proses menghadirkan saksi, yang saat itu merupakan saksi dari pihak penggugat.

H. Rusman Abutahir menjadi saksi terakhir yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut.

Mantan Pejabat Lurah Mattoangin tahun 1992 itu mengulas tuntas tentang hak garap yang dimiliki penggugat (Hamsah Dg. Muntu red) dan letak wilayah tersebut.

Pensiunan yang juga pernah menjadi salah satu camat dan direksi perusda di Pemkot itu menekankan bahwa lokasi tersebut adalah wilayah Mattoangin.

Kuasa hukum Hamsah Dg. Muntu selaku penggugat menyatakan antusias dengan kesaksian mantan pejabat lurah tersebut.

“Jika sebelumnya kami dinyatakan salah alamat, sekarang sepertinya mulai terjawab,” ujar Ibrahim Bando, pengacara penggugat.

“Seharusnya, saat PS (Pemeriksaan Setempat), jika menurutnya salah alamat, memang sudah harus protes,” tambahnya.

Ibrahim menegaskan bahwa ada banyak bukti yang menguatkan posisi kliennya. “Namun, semua tentu kembali pada hakim sebagai pemutus atas perkara ini,” ujarnya.

Diketahui, pembacaan putusan perkara perdata no. 02/Pdt.G/2019/PN. Mks ini dijadwalkan pada Kamis 20 Februari 2020 mendatang.

Proses perkara yang memakan waktu setahun di pengadilan negeri ini pun sisa menunggu putusan akhirnya.

Tinggalkan Komentar