Didakwa 7 Bulan Penjara, Hakim Vonis Sofian Abdullah 4 Bulan Percobaan

Hakim Pengadilan Negeri Makassar akhirnya memvonis H. Sofian Abdullah dengan ganjaran hukuman 4 bulan masa percobaan.

Makassar, PANRITA.News – Hakim Pengadilan Negeri Makassar akhirnya memvonis H. Sofian Abdullah dengan ganjaran hukuman 4 bulan masa percobaan pada Kamis (20/2/2020) siang.

Vonis itu diketuk hakim setelah sebelumnya Jaksa Penuntun Umum dari Kejaksaan Negeri Makassar mendakwanya dengan hukuman 7 bulan penjara.

“Itu dakwaan hukuman atas pelanggaran pasal 351,” ungkap salah seorang hadirin sidang di PN Makassar yang ditemui Panrita.News dalam sidang pekan lalu.

Kuasa hukum Sofian, Syahrir menyatakan bahwa dakwaan tersebut telah diajukan pembelaannya dengan bukti-bukti dan kesaksian.

“Bukti-bukti dan pembelaan kami selaku pihak yang dilapor pada akhirnya membuat hakim menjatuhkan vonis 4 bulan percobaan ini, saya rasa cukup berkeadilan,” ungkap Syahrir.

Sementara itu, Sofian sendiri menyatakan puas dengan putusan hakim tersebut. “Majelis Hakim telah menetapkan putusan dengan sangat adil, alhamdulillah,” tuturnya.

Adapaun soal perkara ini sendiri, muncul 2017 lalu, saat Nurhamsiah selaku korban melaporkan terjadinya penganiayaan atas dirinya. Adapun pelakunya menurut korban adalah Sofian Abdullah. Sofian sendiri dahulu merupakan keluarga dari korban.

Dalam persidangan, Nurhamsiah mengakui bahwa Sofian dahulu adalah suami dari keluarganya.

“Dia dulu suami dari ponakan saya, Muhyina Muin,” ujarnya dalam persidangan.

Oleh Sofian, kasus tersebut menurutnya adalah bentuk kriminalisasi.

“Saya sudah bilang berkali-kali bahwa saya hanya menegur dia, dan sama sekali tidak ada tindakan kekerasan apalagi sampai rawat inap,” bebernya.

Belakangan dalam proses kasus tersebut, Sofian dan tim hukumnya menemukan bukti bahwa kwitansi yang digunakan sebagai salah satu bukti dalam laporan yang menimpanya adalah kwitansi editan.

Baca juga: Kwitansi Palsu Jadi Bukti Dakwaan JPU Kejari Makassar

Perihal kwitansi palsu tersebut pun, Sofian dan kuasa hukumnya telah melaporkan ke Mapolda Sulsel. Kwitansi perawatan tersebut dikeluarkan oleh RS. Bhayangkara Polda Sulsel. Oleh Polda, kasus ini sementara dalam tahap penyidikan.

Tinggalkan Komentar