Sidang Sengketa Pilpres 2019 Diakhiri dengan Bacaan Surah An-Nisa: 135

sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Jakarta, PANRITA.News – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman resmi menutup serangkaian sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019.

Selanjutnya sidang digelar tertutup dengan agenda Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) sebelum putusan akhir 28 Juni 2019.

Pada momen akhir persidangan, Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjajanto (BW) meminta kepada hakim untuk memperkenankan timnya melantunkan ayat suci Alquran. Permintaan itu kemudian diamini oleh majelis hakim.

Anggota tim kuasa hukum BPN pun membacakan surat An-Nisa ayat 135 yang artinya sebagai berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”

Setelah pembacaan ayat tersebut, majelis hakim meminta closing statement dari pihak-pihak yang bersidang.

Tinggalkan Komentar